Bank Mandiri terus melakukan integrasi usaha dengan perusahaan anak guna mendorong perkembangan bisnis Mandiri Group. Terkait hal itu, Bank Mandiri bekerjasama dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) meluncurkan produk bank syariah BSM E-Money, guna meningkatkan layanan dan kenyamanan nasabah bank syariah dalam bertransaksi.

“Bagi Bank Mandiri, sebagai induk perusahaan, peluncuran BSM e-money merupakan strategi untuk memperluas segmen pengguna mandiri e-money sehingga akan semakin meningkatkan market share transaksi secara Nasional”, jelas Senior Vice President Electronic Banking Bank Mandiri – Rahmat Broto Triaji.
Sementara itu, Direktur Utama BSM – Agus Sudiarto mengatakan produk BSM e-money merupakan sinergi Bank Syariah Mandiri dengan induk perusahaan dalam bentuk kartu co-branding untuk meningkatkan layanan dan kelengkapan pilihan produk bagi nasabah BSM.
Dengan BSM e-money, nasabah BSM akan dapat melakukan pembayaran di seluruh merchant yang telah bekerja sama, seperti untuk pembayaran tol, tiket Transjakarta, tiket Commuterline, pembayaran parkir, belanja di Indomaret, Alfamart, Alfamidi, Lawson, Superindo dan merchant-merchant lainnya.
Pemegang BSM e-money juga dapat melakukan pengisian ulang di seluruh sarana isi ulang mandiri e-money, seperti mandiri atm berlogo “e-money”, cabang BSM atau merchant retail yang telah bekerja sama, baik secara tunai ataupun menggunakan kartu mandiri debit kartu debit BSM. Baca juga: BSM Mobile Banking, Produk Bank Syariah Anyar Andalan BSM
Rahmat Broto Triaji menambahkan, jumlah kartu mandiri e-money yang beredar hingga September 2014 mencapai 4,5 juta kartu dengan rata-rata frekuensi transaksi 11 juta per bulan. Dengan nilai ini, market share frekuensi transaksi mandiri e-money telah mencapai 65% dari total transaksi uang elektronik nasional. Artinya, saat ini, Mandiri e-Money adalah uang elektronik yang paling sering digunakan di Indonesia.
Mandiri e-money juga mencatat peningkatan volume transaksi. Pada Januari – September 2014, transaksi e-money terus meningkat hingga Rp1,2 triliun, tumbuh sekitar 10 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Guna memperluas segmen pengguna kartu prabayar e-money, Bank Mandiri juga telah menginisiasi sinergi dengan instansi pendidikan. Misalnya, kerjasama co branding kartu e-money dengan kartu pelajar di tiga sekolah menengah atas di provinsi Yogyakarta pada pertengahan tahun ini. Diharapkan kerjasama ini dapat diperluas ke lembaga pendidikan di wilayah lainnya.
Saat ini, BSM e-Money telah dapat diperoleh di cabang atau gerai BSM dengan harga kartu perdana Rp20.000. Adapun nilai maksimal BSM e-money adalah satu juta rupiah dan tidak ada nilai minimal.

