Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono ketika mengunjungi Pusat Sarapan Pagi (PSP). foto: Haryono Suyono.

Pusat Sarapan Pagi untuk Pemberdayaan Keluarga

[sc name="adsensepostbottom"]

Pusat  Sarapan Pagi (PSP) mulai diandalkan sebagai salah satu program pemberdayaan keluarga. Lihat apa yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Posdaya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono ketika mengunjungi Pusat Sarapan Pagi (PSP). foto: Haryono Suyono.
Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono ketika mengunjungi Pusat Sarapan Pagi (PSP). foto: Haryono Suyono.

Terletak di RW 11 kelurahan Terban Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta,  progam PSP dinilai berhasil meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.  Koordinator Program KKN LPPM UNY Drs Triatmanto MSi mengatakan, dalam Posdaya dilakukan gotong royong yang dikembangkan dibidang ekonomi. Tujuannya agar anggota Posdaya memiliki tambahan income secara bersama-sama dalam kelompoknya. “Di RW 11 Terban, kami bentuk program Pusat Sarapan Pagi dengan memperdayakan masyarakat,” kata Triatmanto.

Ia menuturkan, dipilihnya Terban sebagai Pusat Sarapan Pagi dikarenakan di wilayah ini banyak pendatang yang mayoritas pekerja. Mereka sangat kesulitan mencari makanan untuk sarapan pagi. Melihat kondisi ini, akhirnya mahasiswa KKN Tematik Posdaya merangkul anggota Posdaya untuk melakukan program PSP dengan memanfaatkan ruang kosong fasilitas umum. Awalnya, ketua RW dan mahasiswa menggerakkan masyarakat untuk mempersiapkan 300 bungkus nasi. “Sebungkus makanan dihargai Rp 3000, dan dalam waktu dua jam ludes terjual,” ujar Triatmanto.

Lebih lanjut ia memaparkan, awalnya masakan yang disajikan di Pusat Sarapan Pagi sekitar 10 menu, namun sekarang sudah tersedia makanan ringan (snack) dan minuman. Modal awal usahanya, difasilitasi oleh kas RW dan masing-masing anggota Posdaya diberikan pinjaman sebesar 300 ribu tanpa bunga. Sedangkan keuntungan yang diperoleh dapat digunakan untuk uang saku anak-anak mereka atau ditabung.

Program PSP ini sukses meningkatkan kesejahteraan anggota Posdaya  RW 11 Terban Yogyakarta. Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono pun meresmikan PSP, pada pekan lalu. Menurutnya, gagasan membentuk Pusat Sarapan Pagi di wilayah Terban sangat bagus, karena penjual sarapan tidak binggung lagi mencari tempat untuk jualan dan memudahkan pembeli memilih menu sarapan sesuai keinginannya.

“PSP ini berhasil menggerakkan roda perekonomian warga Terban. Mereka juga bisa membeli sayuran untuk bahan masakannya dari anggota Posdaya yang mempunyai kebun bergizi,” kata Haryono.

Lebih lanjut ia menegaskan, RW 11 Terban memang dikenal sebagai RW yang aktif dalam melaksanakan progam kemasyarakatan. Sebelum program Pusat Sarapan Pagi berjalan, RW 11 Terban juga dikenal sebagai Kampung Hijau, Kampung Ramah Anak serta menjadi model kampung yang layak ditinggali. “Dimensi budaya gotong royong digagas apik di wilayah ini, kesejahteraan masyarakatnya pun meningkat,” pungkasnya.