tabur puja sejahterakan keluarga posdaya
Skim Tabur Puja, program Yayasan Damandiri

Tabur Puja Sejahterakan Keluarga Posdaya

Yayasan Damandiri terus berupaya meningkatkan kesejaheraan rakyat dengan mengembangkan program- Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya), salah satunya Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja).

tabur puja sejahterakan keluarga posdaya
Skim Tabur Puja, program Yayasan Damandiri

Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) merupakan program ajakan menabung dan mempergunakan kredit tanpa agunan. Program yang digulirkan oleh Yayasan Damandiri ini untuk mendorong dan memotivasi keluarga-keluarga miskin yang tergabung dalam Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) untuk bekerja keras memaksimalkan usahanya.
Menurut Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono Haryono, masa perintahaan Orba, keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera diajak menabung “Tabungan Keluarga Sejahtera (Takesra) dan Kredit Usaha Keluarga Sejahtera (Kukesra) guna memulai usahanya. Sejak tahun 2013, keluarga miskin yang rajin menabung dan giat mengikuti program Posdaya akan diberikan bantuan tabungan awal menjadi kelompok tanggung renteng untuk mendapatkan Skrim Tabungan dan Kredit Tabur Puja. Keikutsertaan menabung dan mengambil kredit Tabur Puja akan meningkatkan partisipasi keluarga secara inclusif untuk membangun berdasarkan prinsip ekonomi kerakyatan (blue economy).

Biarpun pinjaman ini rendah, hanya sebesar Rp 2 juta, tetapi diberikan tanpa agunan dan tanggung renteng antar anggota Posdaya. Sifat kredit ini menjemput bola yaitu mendatangi tempat berkumpulya calon nasabah dalam kegiatan Posdaya. Sehingga secara massal dapat dilakukan penjelasan tentang ajakan menabung dan cara mengambil kredit Tabur Puja. Keluarga yang semula mendapat kesulitan menambah modal atau mencari modal untuk mulai usahanya, dengan mudah dan dengan pertolongan tetangganya dapat mulai bersatu membuat kelompok-kelompok kecil.

Kelompok-kelompok ini saling memperkuat kepercayaan antar anggotanya dan berjanji untuk saling tanggung renteng. Artinya kalau nanti seseorang dari anggota kelompok ini belum sempat membayar cicilan pada waktunya, teman satu kelompok akan membayarnya terlebih dulu. Persatuan antar keluarga dan rekannya itu menjadi inti dari kegiatan gotong royong di dalam kelompok Posdaya. “Budaya ini yang menjadikan Skim Tabur Puja bisa memberikan kredit tanpa agunan,” tegas Haryono, seperti dilansir dari www.haryono.com.

Dengan demikian program Tabur Puja ini bukan untuk mencari keuntungan atau bisnis semata. Menurut profesor Haryono, apabila Tabur Puja itu tidak digunakan untuk membangun masyarakat adalah salah besar. Karena pada intirnya program ini untuk pemberdayaan masyarakat.

Untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan yang mengharuskan penggunaan bahan baku dan kearifan lokal serta sejauh mungkin inclusion yang luas dalam hal modal dan ketenagakerjaan. Untuk menunjang pengembangan tersebut,Yayasan Damandiri menambah bank yang melayani Tabur Puja. Di Jawa Timur, disamping Bank UMKM , ada bank Bukopin, Bank DBD dan Bank BPR. Bank BDP Yogyarkarta dan Bank Bukopin menyalurkan Tabur Puja di Slaman dan Kulon Progo. Di Jakarta, Tabur Puja di layani oleh Koperasi Sudara Indra dan Bank Bukopin.

Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono meninjau Posdaya Kenanga, Bogor Jawa Barat
Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono meninjau Unit Usaha Posdaya Kenanga, Bogor Jawa Barat

Melalui beberapa lembaga keuangan seperti Koperasi Sudara Indra di Jakarta, Bank UMKM di Jawa Timur dan bank lainnya telah dihimpun dana sekitar Rp 3,6 milyar berupa tabungan Tabur Puja dari keluarga yang semula termasuk dalam kategori pra sejahtera. Secara kumulatif telah disalurkan pula kredit Tabur Puja kepada 365.642 keluarga sebagai nasabah dengan jumlah kredit lebih dari Rp 515 milyar dengan rata-rata untuk setiap nasabah sebesar Rp. 1,409 juta. “Kredit tabur puja yang diambil oleh keluarga yang bergabung dalam Posdaya ini ternyata mempunyai Non Peforming Loan (NPL) no persen tidak ada tunggakan cicilan,” kata Haryono.

Gerakan budaya menabung dan kredit tabur puja ini juga akan dikembangkan di provinsi Gorontalo, yang memiliki forum Posdaya sangat luas dan berhasil. Salah satu kabupaten yang sukses merintis usaha adalah Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo Utara. Bahkan Bank Sulut Cabang Boalemo siap menjadi pelaksana dari program pemberian kredit tabur puja tesebut.

Bupati Boalemo, Drs. H. Rum Pagau, merasa nyakin pelaksanaan skrim tabur puja ini akan banyak menguntungkan rakyat karena bisa mengungkit pembangunan budaya rajin menabung dan mempergunakan modal bank, biarpun kecil untuk mulai usaha yang nantinya bisa menjadi sangat besar dan menguntungkan. “Kabupaten Boalemo menargetkan sekitar 1000 keluarga anggota Posdaya untuk diajak menabung dan dipersiapkan penerima kredit tabur puja,” kata Rum Pagau.

Ajakan menabung dan kredit Tabur Puja ini tidak mengurangi atau menghambat pemberian bantuan langsung oleh pemerintah seperti modal PNPM Mandiri. Pada dasarnya Kredit Tabur Puja adalah memperkenalkan keluarga pra sejahtera yang berusaha mulai mengenal bank yang mempunyai dana hampir tidak terbatas. Sehingga apabila usaha mereka berhasil dapat menambah investasinya dengan leluasa. Pengalaman membayar angsuran dengan baik akan merupakan track records yang baik sebagai nasabah bank. Keluarga pra sejahtera menjadi nasabah terpercaya.

Adapun syarat mendapatkan Kredit Tabur Puja adalah perorangan atau kelompok yang sudah menjadi anggota Posdaya, anggota Posdayanya harus rajin menabung, harus berlatih ketrampilan, hidup sehat dan bersih, membuat kebun bergizi, menyekolahkan anak usia sekolah, mengikuti program KB dan mengajak anggota lain aktif dalam kegiatan usaha.

More Stories
Bank Muamalat Berikan Nasabah Jurus Hadapi Resesi Ekonomi