Wakil Presiden HM. Jusuf Kalla mewakili Presiden RI Joko Widodo, membuka Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VI di kompleks Kraton Yogyakarta, pada Senin (9/2). Wapres berharap do bidang ekonomi umat Islam harus lebih berjuang.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum MUI Din Syamsudin, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubowono X, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, dan sejumlah tokoh Islam.
Dalam sambutannya Wapres Jusuf Kalla menyatakan, di bidang politik, peran umat Islam sejak dulu hingga kini tidak bisa dinafikan. Hampir semua pimpinan partai politik di Indonesia bergelar haji, dan sejauh ini tak pernah ada konflik politik seperti yang masih terjadi di negara-negara lain. “Ini membuktikan bahwa peran umat Islam di bidang politik sangat besar. Di bidang ekonomi umat Islam harus lebih giat berjuang karena di bidang ini, Islam masih tertinggal,” kata Jusuf Kalla, dalam rilisnya yang diterima MySharing, Senin (9/2).
Sementara itu, Ketua Umum MUI, Prof. Dr. KH. M. Din Samsuddin menyatakan, Yogyakarta dipilih sebagai tempat penyelenggaraan KUII ke-VI, karena di kota ini pula KUII pertama kali diselenggarakan sebelum proklamasi kemerdekaan RI. “Selaras dengan cita-cita kemerdekaan, maka perjuangan umat Islam Indonesia adalah ikut berperan dan aktif dalam pembangunan nasional atas dasar Pancasila dan menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.
- Bank Mega Syariah Umumkan Pemenang Poin Haji Berkah Tahap 3
- BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel
- BCA Syariah Luncurkan BSya Digital Membership Card Ivan Gunawan Prive dan Mandjha
- CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan, bahwa KUI ke VI di Yogyakarta yang dibuka di pagelaran Kraton Yogyakarta memiliki makna yang sangat mendalam. Hal ini dikarenakan Kraton Yogyakarta hingga kini masih menyimpan bendera milik pasukan syiar Islam dari Turki yang singgah di Yogyakarta. “Di kota ini pula, ada tokoh agama yakni KH Ahmad Dahlan yang merupakan abdi dalem Kraton yang oleh Raja Yogyakarta difasilitasi untuk mengembangkan syiar Islam,” tegasnya.
Ia menegaskan, mengacu pada keteladaan tokoh politik dan agama yang ada di Yogyakarta, KUII ke VI hendaknya dapat menghasilkan rumusan yang memberi manfaat bagi penyelesaian masalah bangsa yang kini masih terus terjadi. “Rakyat jangan dibuat bingung dan tercerai berai seperti tasbih yang terlepas dari tali penguntainya,” kata Sri Sultan.

