Menteri PPN/Kepala Bappenas – Sofyan Djalil dalam Seminar 1 Tahun Pemerintahan Jokowi hari ini di Jakarta mengungkapkan, bahwa, Pemerintah sudah banyak melakukan langkah kongkrit di bidang ekonomi, salah satunya adalah pembenahan perizinan dan investasi.

Menurut Sofyan Djalil, investasi adalah sumber utama pertumbuhan ekonomi, selain konsumsi rumah tangga. Perlambatan ekonomi berpengaruh membatasi pembangunan yang jumlahnya sangat besar.
Namun demikian, di tengah situasi ekonomi global yang kurang kondusif, ternyata pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa mencapai 4,7%, yang ditopang dari konsumsi rumah tangga dan investasi. Padahal adalah suatu hal yang berat di kala ekonomi melambat guna meningkatkan investasi dan menjaga daya beli, demikian papar Sofyan Djalil.
- CIMB Niaga Business Summit 2026 Usung Vision Made Possible Dukung Perusahaan Indonesia Tumbuh Berkelanjutan
- Prudential Syariah Luncurkan Asuransi Jiwa PRUCare 360 Syariah
- Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak Signifikan, Tembus Rp1,9 Triliun
- BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat
Karena itu, lanjut Sofyan Djalil, pihaknya merasa cukup puas dengan pertumbuhan iklim investasi yang kondusif. Adapun realisasi investasi pada tahun 2015 berjalan ini mampu mencapai Rp 259,7 triliun, yang terbagi investasi PMA sebesar Rp 174,2 triliun, dan PMDN sebesar Rp 85,7 triliun.
Untuk target investasi sebesar Rp 519 triliun, menurut Sofyan, dirasakan akan bisa terpenuhi pada Desember 2015.

