Menteri PPN/Kepala Bappenas – Sofyan Djalil dalam Seminar 1 Tahun Pemerintahan Jokowi hari ini di Jakarta mengungkapkan, bahwa, Pemerintah sudah banyak melakukan langkah kongkrit di bidang ekonomi, salah satunya adalah pembenahan perizinan dan investasi.

Menurut Sofyan Djalil, investasi adalah sumber utama pertumbuhan ekonomi, selain konsumsi rumah tangga. Perlambatan ekonomi berpengaruh membatasi pembangunan yang jumlahnya sangat besar.
Namun demikian, di tengah situasi ekonomi global yang kurang kondusif, ternyata pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa mencapai 4,7%, yang ditopang dari konsumsi rumah tangga dan investasi. Padahal adalah suatu hal yang berat di kala ekonomi melambat guna meningkatkan investasi dan menjaga daya beli, demikian papar Sofyan Djalil.
- BPKH dan Bank Muamalat Jaga Silaturahmi dengan Jurnalis Medan
- BCA Syariah Catat Pertumbuhan Aset 17,2% YoY, Perkuat Dampak via Inisiatif Sahabat Berkahmu
- Bank Muamalat Gelar Silaturahmi dan Diskusi bersama Para Jurnalis Medan
- Sinergi BPKH dan Bank Muamalat Perluas Akses Layanan Haji Berbasis Digital
Karena itu, lanjut Sofyan Djalil, pihaknya merasa cukup puas dengan pertumbuhan iklim investasi yang kondusif. Adapun realisasi investasi pada tahun 2015 berjalan ini mampu mencapai Rp 259,7 triliun, yang terbagi investasi PMA sebesar Rp 174,2 triliun, dan PMDN sebesar Rp 85,7 triliun.
Untuk target investasi sebesar Rp 519 triliun, menurut Sofyan, dirasakan akan bisa terpenuhi pada Desember 2015.

