bri syariah
Layanan perbankan bergerak BRI Syariah. Foto: MySharing

2015, BRISyariah Bidik Pertumbuhan 30 Persen

[sc name="adsensepostbottom"]

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan pertumbuhan industri perbankan di tahun depan akan berada di kisaran 15-17 persen. Namun BRISyariah cukup optimis membidik target pertumbuhan sebesar 30 persen.

bri syariah
Layanan perbankan bergerak BRI Syariah. Foto: MySharing

Direktur Bisnis Ritel dan Komersial BRISyariah, Ari Purwandono, mengatakan meskipun perekonomian tahun depan diproyeksikan akan lesu, pembiayaan infrastruktur tetap akan besar. “Kalau target pertumbuhan cuma 15 persen nanti kelibas. Kami yakin bisa tumbuh antara 30-31 persen di pembiayaan, aset dan dana pihak ketiga (DPK) tahun depan,” kata Ari kepada mysharing.

BRISyariah sendiri, lanjutnya, akan tetap fokus pada pembiayaan mikro dan ritel, konsumer, serta membidik pembiayaan komersial yang berkaitan dengan sektor energi dan minyak dan gas. Sementara, di sisi DPK setidaknya juga akan ada tambahan dana dari pengalihan dana haji dari BRI. Namun, jumlah pengalihan dana haji dari BRI di tahun depan belum dapat ditentukan. Saat ini dana haji yang terhimpun di BRISyariah sebesar Rp 4,5 triliun. Sampai November 2014 DPK BRISyariah telah mencapai Rp 16 triliun.

Di sisi lain, Ari menambahkan pihaknya juga akan menambah kantor layanan syariah (KLS) di kantor BRI tahun depan. Targetnya mencapai hingga 800-1000 unit KLS. “Secara bertahap kami akan terus menambah KLS di kantor BRI, jadi nanti bisa lebih dari 1000 unit,” kata Ari. Baca Juga: BRIS Permudah Bayar Zakat via ATM

Kantor cabang BRISyariah saat ini telah sebanyak 260 outlet. Namun pada 2015, ungkap Ari, pihaknya tidak akan menambah banyak kantor cabang karena akan memfokuskan diri pada kantor cabang eksisting dan penguatan sumber daya manusia yang ada. “Tahun depan tidak terlalu banyak buka kantor cabang karena mau memanfaatkan yang ada dulu dan SDM dikuatkan. Kami agak mengurangi investasi tahun depan,” cetus Ari.

Pada tahun depan BRISyariah berencana membuka 1-2 kantor cabang, salah satu bidikan pasarnya adalah Ambon. Pasar di Indoensia Timur memang belum terlalu banyak dirambah oleh BRISyariah. Salah satunya wilayah Papua. “Belum ke Papua karena SDM belum siap, karena kalau buka kantor cabang kan SDM juga harus dipikirkan,” ujar Ari. Baca: Nyamankan Nasabah, BRISyariah Luncurkan Internet Banking