Di tahun 2016, bangsa Indonesia harus mewaspadai perlambatan ekonomi yang diperkirakan akan terjadi di Tiongkok. Kenapa demikian?

“Risiko pertumbuhan di Tiongkok itu yang akan sangat memengaruhi, lebih dari unsur global lainnya, lebih dari pengaruh domestik,” ujar Bambang Brodjonegoro saat konferensi pers kemarin (3/10/2015) di Jakarta.
Hal di atas dapat terjadi disebabkan karena Tiongkok merupakan salah satu negara tujuan ekspor Indonesia.
- CIMB Niaga Business Summit 2026 Usung Vision Made Possible Dukung Perusahaan Indonesia Tumbuh Berkelanjutan
- Prudential Syariah Luncurkan Asuransi Jiwa PRUCare 360 Syariah
- Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak Signifikan, Tembus Rp1,9 Triliun
- BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat
“Sehingga jika ekonomi Tiongkok mengalami pelemahan, dapat berpengaruh pada penurunan permintaan komoditas dari Indonesia,” lanjut Bambang lagi.
Bambang Brodjonegoro pun menghimbau, Indonesia harus mulai mengubah jenis ekspor ke Tiongkok, yaitu dari ekspor barang mentah menjadi produk jadi.
“Kita butuh mendorong ekspor produk jadi ke Tiongkok. Itu yang sedang didorong, yaitu untuk konsumsi,” demikian ungkap Bambang P.S. Brodjonegoro – Menteri Keuangan R.I.

