Ernst and Young memproyeksikan aset bank syariah global akan melampaui 3,4 triliun dolar AS pada 2018. Aktivitas perekonomian yang sedang terus tumbuh di sejumlah negara kunci pasar keuangan syariah menjadi salah satu faktor pendukungnya.

Meningkatnya arus modal dan perdagangan antara Turki, Timur Tengah dan Asia Pasifik akan menimbulkan keingintahuan dan minat belajar investor dan klien untuk mengenal keuangan syariah. “Ini sama pentingnya dengan menjalin hubungan bisnis dengan India dan Cina yang punya pasar potensial,” tambah Kepala Layanan Keuangan Timur Tengah dan Afrika Utara Ernst and Young, Gordon Bennie, sebagaimana dilansir dari Islamic Finance News, Rabu (21/5).
Di sisi lain, Pimpinan Global Islamic Banking Center Ernst and Young, Ashar Nazim, mengatakan walau laba bank syariah menunjukkan perkembangan menggembirakan, secara rata-rata angkanya masih 15-19 persen lebih rendah dari bank umum. “Transformasi operasional akan membantu menutupi kesenjangan itu,” kata Nazim.
- CIMB Niaga Gaungkan The Cooler Earth 2025, Ajak Masyarakat Partisipasi Gerakan Keberlanjutan
- BSI Siapkan Promo Beli Emas Sekaligus Berdonasi
- CIMB Niaga Syariah Akan Menjadi Salah Satu Pilar Penting dalam Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional
- CIMB Niaga Gelar Workshop dan Kelas Jurnalisme Inspiratif, Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis
Setidaknya ada lebih dari 38 juta nasabah bank syariah ritel secara global. Berdasar estimasi Ernst and Young, rata-rata bank syariah hanya punya dua produk untuk setiap nasabah, sementara bank umum punya lima produk per nasabah. Kendati demikian. pangsa pasar bank syariah berpotensi meningkat hingga 40 persen, dengan membangun kepercayaan nasabah melalui layanan yang optimal. Langkah lainnya adalah memasuki sektor usaha kecil dan menengah (UKM) dengan membantu pertumbuhan bisnis mereka lintas batas.
Berdasar Statistik Perbankan Syariah Indonesia, bank syariah tanah air mencatat laba bersih Rp 3,3 triliun pada 2013, dengan aset sebesar Rp 248 triliun, dana pihak ketiga Rp 187 triliun, dan pembiayaan Rp 188,5 triliun. Sekitar 60 persen pembiayaan bank syariah Indonesia pun disalurkan ke sektor UKM. Sementara, dari sisi jumlah nasabah tercatat sebanyak 17,3 juta nasabah.

