Setiap suara sangat berarti dalam menentukan masa depan bangsa.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengatakan, memasuki tahun politik 2018, Muhammadiyah menghimbau agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), baik dalam pemilihan gubernur maupun bupati atau walikota.
Menurutnya, partisipasi aktif itu diwujudkan dalam bentuk partisipasi yakni dari mulai masa kampanye sampai pemilihan. “Kami harapkan masyarakat yang memiliki hak pilih hendaknya menggunakan hak politiknya,” kata Mu’ti di sela-sela acara Zikir Nasional 2017 di Masjid Agung At Tin, Jakarta, Minggu (31/12).
Dirinya mengingatkan kepada masyarakat agar dalam menggunakan hak politiknya, memilih dengan penuh tanggung jawab, kritis dan cerdas. Terpenting lagi. kata dia, harus saling menghormati dan menjaga ketertiban dari sejak masa kampanye sampai saat pemilihan suara berlangsung.
”Setiap suara akan sangat berarti dan menentukan masa depan bangsa, khususnya di daerah pemilihan,” kata Mu’ti.
Muti juga menghimbau pihak penyelenggara pilkada agar bekerja secara profesional, adil, dan penuh tanggungjawab. Terkhusus, sebut dia, aparatur negara hendaknya netral dan tidak menggunakan fasilitas negara untuk pemenangan calon tertentu. Baik itu secara langsung atau tidak langsung.
Sehingga tegas dia, netralisasi aparat sangat penting dalam mewujudkan pemilu agar bisa berjalan lancar dan tertib tidak terkoneksi kepentingan.

