Setelah mengadakan #NoHijabDay pada 1 Februari 2020, Fan Page (FP) Hijrah Indonesia mengajak perempuan Indonesia untuk tidak berkerudung pada 28 Februari ini sebagai solidaritas di Hari Penyakit Langka sedunia.
Tanggal 28 Februari dikenal sebagai Hari Penyakit Langka (Rare Disease Day) se-dunia. Peringatan Hari Penyakit Langka pada 2008 di dunia diprakarsai oleh European Organization for Rare Disease (EURORDIS), lembaga non-profit yang berperan sebagai aliansi dari organisasi-organisasi penyakit langka di Eropa dan sekitarnya. Organisasi-organisasi ini digerakkan oleh pasien-pasien dan individu-individu di Eropa yang terdampak oleh berbagai penyakit langka.
Nah, Hijrah Indonesia, dalam deskripsi di laman acara Akses Setara Bagi Vitamin D di Facebook, mengajak perempuan Indonesia untuk tidak berkerudung pada hari itu. “Mari kita bersolidaritas dengan mereka yang memerlukan cukup vitamin D pada Hari Penyakit-penyakit langka sedunia, 28 Februari dengan tidak berkerudung atau memberikan akses kepada perempuan yang Anda kasihi untuk memperoleh vitamin D, serta berbusana sesuai keadaan fisiknya”, kata Hijrah Indonesia di deskripsi acara.
Menurut Hijrah Indonesia, banyak perempuan tidak dapat mengakses sinar matahari yang mengandung vitamin D dikarenakan harus berbusana sesuai doktrin. “Banyak perempuan karena disabilitasnya baik disabilitas yang tampak maupun tidak tampak, tidak dapat berbusana menurut doktrin yang populer dan akhirnya memperoleh stigma”. Banyak perempuan karena doktrin mengenai busana dan aurat yang sedang populer pada hari ini tidak dapat mengakses sinar matahari secara adil dan setara walaupun hanya untuk 15 menit sehari”, kata Hijrah Indonesia.
Hijrah menilai, tingginya prevalensi defisiensi vitamin D di kalangan Muslimah di seluruh dunia daripada mereka yang dapat mengakses UVB secara setara dengan lelaki, telah menyebabkan menurunnya kualitas kesehatan umat Islam di seluruh dunia. “Ini terjadi karena doktrin yang sedang populer tersebut telah menyebabkan mereka terhalang memperoleh sumber terbaik vitamin D”, kata Hijrah Indonesia menegaskan.
Hijrah Indonesia juga memaparkan pentingnya Vitamin D untuk meningkatkan fungsi imunitas maupun memperbaiki gangguan imunitas [autoimunitas]. Juga, sangat penting bagi pemulihan mereka yang menderita berbagai sakit kronis dan sakit mental. “Vitamin D terbaik didapat dari sinar matahari pada jam-jam tertentu menurut tempat tinggal masing-masing dengan mendedahkan sekurang-kurangnya 20% dari kulit Anda tanpa penghalang apapun, termasuk tabir surya, sesuai warna kulit, usia, berat badan dan fotosensitifitas Anda”, kata Hijrah Indonesia menjelaskan.
Tak lupa, FP ini juga memberikan dalil-dalil dari ayat suci Alquran seperti Albaqarah ayat 195 dan Al Maidah ayat 32 dalam deskripsi acaranya tersebut.
Baca juga: Mengenal Komunitas Hijrah Indonesia, Penyelenggara “No Hijab Day”
[bctt tweet=”Mari bersolidaritas dengan mereka yang butuh cukup vitamin D dengan tidak berkerudung” username=”my_sharing”]
Di Indonesia sendiri, peringatan Hari Penyakit Langka baru diperingati sejak 2016, sedangkan di Benua Eropa sudah diperingati sejak 2008. Peringatan Hari Penyakit langka ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit langka dan dampaknya bagi para penderitanya.


