Ilustrasi

4 Pilar Membangun Keluarga Sakinah

[sc name="adsensepostbottom"]

Keluarga sakinah itu akan mampu dibangun jika suami dan istri menunaikan kewajibannya.

Dalam nasihatnya itu, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Pusat Didin Hafidhuddin menyampaikan  pilar penting dalam membangun keluarga sakinah melalui pernikahan.

Yakni, pilar pertama adalah ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala. “Keluarga sakinah tidak mungkin dibangun kecuali atas dasar landasan yang kuat, yaitu taqwa kepada Allah SWT,” ujar Didin.

Menurutnya, ketaqwaan kepada Allah SWT merupakan sesuatu yang penting dalam membangun segala aspek kehidupan, termasuk dalam membangun keluarga, apalagi membangun bangsa dan negara.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menjelaskan, untuk membangun keluarga sakinah, anggota keluarga mesti mendekatkan diri kepada Allah SWT. Caranya, antara lain melalui peningkatan ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, shalat tahajud, dan sebagainya.

“Insya Allah, Allah SWT akan memberi keberkahan. Keberkahan tidak mungkin turun kalau kita tidak akrab dengan kalimat-kalimat Allah,” tegas Didin.

Adapun pilar kedua, dijelaskan Didin, adalah ditunaikannya kewajiban masing-masing pasangan dalam rumah tangga. Keluarga sakinah itu akan mampu dibangun jika suami dan istri menunaikan kewajibannya.

“Jadi daripada menuntut hak, suami maupun istri harus lebih mengutamakan penunaian kewajibannya. Suami atau istri kalau selalu menuntut hak, belum tentu menunaikan kewajibannya,” ujarnya.

Pilar ketiga, yaitu suami-istri mesti mendesain rumah tangga menjadi sarana melahirkan generasi Muslim pejuang. “Keluarga harus menjadi tempat persemaian lahirnya para mujahid, keluarga harus jadi tempat persemaian lahirnya para dai,” tutur mantan Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ini.

Kemudian, lanjut Didin, pilar keempat yakni  dalam membangun keluarga sakinah adalah terjalinnya hubungan yang lebih baik antara suami atau istri terhadap orangtuanya.

Setelah pernikahan, kata Didin, maka hubungan dengan kedua orangtua harus semakin baik.Ketika seorang suami ingin berbuat baik kepada orangtuanya, maka harus didorong oleh istrinya. Begitu pula sebaliknya.