longsor banjarnegara
Armada Rumah Zakat di Banjarnegara. Foto: Rumah Zakat

600 Paket Daging untuk Korban Longsor Banjarnegara

[sc name="adsensepostbottom"]

Lembaga amil zakat terus berdatangan ke lokasi longsor Banjarnegara, salah satunya Rumah Zakat yang membawa 600 daging kalengan. Rencananya, DPR yang dipimpin Fahri Hamzah juga akan memberikan bantuan.

longsor banjarnegara
Armada Rumah Zakat di Banjarnegara. Foto: Rumah Zakat

Untuk membantu korban longsor Banjarnegara, Rumah Zakat (RZ) mengirimkan tim Relawan dari RZ Solo dan RZ Semarang , Sabtu (13/12). Ini merupakan bantuan tahap dua dengan jenis bantuan 600 paket Superqurban, 100 Kg beras, 15 dus air mineral, 5 dus mie instan, 50 selimut, 40 paket pembalut, 20 paket diapers, sekop cangkul, perlengkapan mandi, dan kantong mayat.

Selain membawa keperluan logistik, RZ juga mengirimkan 20 personil Relawan dan 3 unit mobil ambulance untuk membantu mengevakuasi warga yang masih tertimbun longsor. Mengingat masih banyak korban tertimbun longsor belum ditemukan.

Dikutip dari akun Twitternya @rumahzakat, lembaga kemanusiaan berbasis Islami ini juga mendirikan posko kesehatan di TPQ Darussalam, Dukuh Alian, Desa Ambal, Kec. Karangkobar, Kab. Banjarnegara. Posko melayani melayani kesehatan, trauma healing, dan pemenuhan logistik bagi warga yang terkena dampak longsor. Untuk mengirim donasi melalui Rumah Zakat dapat menggunakan rekening Mandiri 1320004819745. Baca juga: Ini Cara Bantu Korban Longsor Banjarnegara

Selain lembaga kemanusiaan, para anggota Dewan perwakilan rakyat (DPR) DPR juga rencananya akan turun ke lapangan memberikan bantuan. Sebagaimana dikutip dari laman situs resmi DPR RI,  Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan DPR RI akan segera menggalang dana bantuan untuk membantu masyarakat yang menjadi korban musibah tanah longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah. Dana bantuan diambil dari gaji para Pimpinan dan Anggota DPR RI.“Kami akan mengorganisir kunjungan secepatnya. Kebetulan saya yang memimpin,” ujar Fahri (15/12).

longsor banjarnegara twitter
Kicauan informasi kebutuhan pengungsi oleh @rumahzakat.

Longsor Banjarnegara terjadi pada Jumat (12/12) pukul 18.00 WIB. Data terbaru BNPB pada 15/12 pukul 13.00, sebanyak 51 korban jiwa ditemukan, 57 orang masih dinyatakan hilang. Semua warga yang berada di Dusun Jemblung berjumlah 308 jiwa. Dari jumlah tersebut, 200 jiwa berhasil selamat, tetapi 108 lainnya diperkirakan tertimbun longsor.

“Dusun Jemblung di dalam peta merupakan daerah yang rawan longsor dengan intensitas sedang-tinggi,” ujar Sutopo, dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2014). Sementara itu, “20 tewas,11 orang luka berat, 4 orang luka ringan, 88 orang masih dicari, 577 jiwa mengungsi di 10 titik pengungsian,” kata Sutopo menambahkan.

Memang, jelasnya hujan deras turun di wilayah Jemblung dua hari berturut-turut, yaitu pada 10-11 Desember. Hujan deras tanpa henti membuat tanah tak mampu menyerap air lagi dan menggoyahkan materi penyusun bukit Telaga Lele, Dusun Jemblung yang merupakan endapan vulkanik tua sehingga solum atau lapisan tanah cukup tebal dan terjadi pelapukan. Kemiringan lereng bukit yang kurang dari 60% juga berperan, plus tanaman penyangga tanah adalah tanaman semusim berjenis palawija yang akarnya tidak rapat.