Pembuktian harus menghadirkan memerdekakan rakyat Indonesia.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Azhar Simanjutak mengatakan, kemerdekaan RI ke 72 ini harus dimaknai sebagai momentum pembuktian (syahadah). Karena momentum Darul Ahdi (konsensus bersama) sudah “titik” alias final alias selesai yakni prinsip bersama sebagai bangsa dan negara yakni Pancasila.
Nah, kata Dahnil, saat ini momentum Syahadah atau pembuktian dari kemerdekaan yang sudah kita peroleh selama 72 tahun dengan menghadirkan kemerdekaan yang memerdekakan rakyat Indonesia. “Bagaimana kemerdekaan bisa membebaskan rakyat dari kemiskinan dan pemiskinan, membebaskan rakyat dari kebodohan dan pembodohan, sehingga cita-cita Kemerdekaan Indonesia raya yang adil dan makmur,” tegas Dahnil dalam rilisnya yang diterima MySharing, Kamis (17/8).
Selain itu, lanjut dia, peran pemuda saat ini bekerja pada upaya pembuktian mengisi kemerdekaan tersebut, dengan meninggikan produktivitas dan merawat integritas (akhlak yang baik). Saat ini, hambatan utama menghadirkan Indonesia Raya yang adil dan makmur tersebut adalah ramainya korupsi.
- BPKH dan Bank Muamalat Perkuat Ekosistem Haji Nasional, Perluas Layanan Digital dan Dorong Pertumbuhan Bisnis Syariah
- Kelola Keuangan dan Investasi Kini dalam Satu Pengalaman yang Lebih Terhubung dengan CIMB Niaga dan Ajaib
- Halal Indo 2026 Hadirkan Kolaborasi Industri dan Kreator Bangun Ekosistem Halal Indonesia
- CIMB Niaga Syariah Dukung Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di UNIDA Gontor
“Maka salah satu PR kekinian dan masa depan pemuda adalah melakukan perlawanan terhadap praktik korupsi yang menyebabkan upaya mengentaskan kemiskinan dan kebodohan tersebut,” demikian pungkas Dahnil.

