Penjualan Cokelat Berhadiah Kondom, Ajaran PKI

[sc name="adsensepostbottom"]

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menentang keras penjualan cokelat berhadiah kondom yang marak menjelang Valentine Day. Pasalnya tindakan ini menyimpang dari ajaran agama Islam.

headlineWakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnaein mengatakan, Indonesia sudah mulai dikuasi PKI, terbukti kondom sering dibagikan secara gratis, apakah kepada orang yang sudah menikah atau belum, yakni para remaja didorong untuk melakukan sek bebas. Oleh karena itu, MUI menentang keras penjualan cokelat berhadiah kondom.

Menurutnya, coklat itu mengandung zat untuk merangsang libido sek. Lalu dikasih sepaket dengan kondom sebagai hadiah Valentine Day. “Ini benar-benar ajaran PKI yang membenarkan perzinahan. Yang harus disayang-sayang dan dikasih hadiah itu ya istri atau suaminya, bukan orang yang bukan muhrimnya. Dan Valentine Day itu hukumnya haram untuk umat Muslim,” kata Tengku kepada MySharing, saat dihubungi Jumat pekan lalu.

Tengku juga menghimbau polisi segera menangkap pelaku penjual cokelat berhadiah kondom. “Polisi suka diam kalau ada pelaku yang berupaya merusak moral bangsa. Pas giliran jenderalnya ditangkap mereka berkoar dan langsung bertindak,” tukasnya.

Hal senada diungkapkan oleh wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asronum Ni’am Saleh. Menurutnya penjualan cokelat berhadiah kondom sangat tidak dibenarkan, ini mengarah pada perbuatan penyimpang yang dilarang oleh agama Islam. “Kami meminta polisi untuk segera menindak penjual cokelat berhadiah kondom. Perusahaan kondom juga harus ditindak karena ini merusak aspek sosial dan moral generasi muda,” kata Niam kepada MySharing saat dihubungi Jumat pekan lalu.

Menurutnya, kondom memang dijual secaa legal dengan segmen tertentu untuk melakukan hubungan badan yang berlandaskan pernikahan yang telah disyahkan oleh agama dan hukum negara. “Kondom itu tidak boleh digunakan untuk kepentingan publik seluas-luasnya,” ujarnya.

Mengkaitkan kondom dengan Valentine Day, lanjutnya, berarti telah membuat perpepsi Valentine Day seolah membenarkan toleransi hubungan badan di luar nikah.”Kami melarang penjualan itu, karena mengarah pada sek bebas,” tegasnya.