Ribuan Pelayat Hadiri Pemakaman Korban Penembakan Chapel Hill

[sc name="adsensepostbottom"]

Ribuan pelayat menghadiri pemakaman tiga muslim Amerika yang tewas tertembak di Chapel Hill, North Carolina, Amerika Serikat.

chapelhillPeristiwa penembakan yang menewaskan Deah Barakat (23 tahun), Yusor Mohammad Abu-Salha (21 tahun) dan Razan Mohammad Abu-Salha (19 tahun) telah mengejutkan masyarakat dunia, utamanya kaum muslim. Sekitar 5500 orang pun menghadiri pemakaman tiga sosok yang diketahui memiki jiwa sosial tinggi ini.

Usai upacara pribadi keluarga di Raleigh (ibukota negara bagian North Carolina), upacara pemakaman dilanjutkan di lapangan atletik North Carolina State University, dimana ketiganya menjadi mahasiswa universitas tersebut. Setelah selesai, jenazah Barakat, Yusor dan Razan pun dimakamkan di pemakaman muslim yang berada di luar Raleigh.

Salah seorang pelayat, Nisrin Shabin, menuturkan pemakaman Barakat, Yusor dan Razan merupakan pemakaman terbesar yang pernah dihadirinya. “Para pelayat terus berdatangan, sangat menakjubkan,” ujar Shabin, dilansir dari laman BBC, Jumat (13/2). Baca Juga: Muslim Prancis Serukan Kampanye #JeSuisNous

Dekan Sekolah Kedokteran Gigi University of North Carolina, Jane Weintraub pun menyebut Barakat sebagai “cahaya terang”, yang kebaikan hati dan jasanya, serta kepemimpinannya akan selalu dikenang. Sebelumnya, sejumlah organisasi hak asasi manusia dan organisasi muslim di penjuru Amerika menyalakan lilin sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan terhadap ketiga korban.

Presiden Islamic Society of North America, Azhar Azeez, menuturkan bentuk penghargaan kepada para korban adalah dengan tidak hanya berdoa untuk mereka, namun melanjutkan pekerjaan sosial yang telah mereka lakukan sebelumnya. “Mereka adalah pahlawan kita. Mereka adalah panutan kita,” tegasnya, dikutip dari Al Jazeera.

Salah satu korban, Barakat, merupakan mahasiswa kedokteran gigi di North Carolina State University, yang aktif melakukan kegiatan sosial. Ia pernah bepergian ke Yerusalem dalam misi amal kesehatan gigi bersama dengan United Muslim Relief. Pada 29 Januari silam ia pun mengunggah foto di Facebook dengan caption “Tonight we provided free dental supplies and food to over 75 homeless people in downtown Durham! ‪#‎DowntownSmiles.” Foto itu pun telah dibagi oleh lebih dari 4000 akun Facebook.

Barakat, yang merupakan keturunan Suriah, pun diketahui tengah menghimpun dana untuk kunjungannya ke Turki pada musim panas ini untuk memberikan layanan gigi kepada pengungsi Suriah dan mendukung dokter gigi Suriah yang mempertaruhkan nyawanya di tengah perang yang kini masih berlangsung di negara tersebut. Sampai kini Barakat telah menghimpun dana lebih dari 120 ribu dolar, melampaui targetnya sebesar 100 ribu dolar AS. Sebagian besar dana tersebut berdatangan setelah Barakat tiada.

Sementara, Razan diketahui turut berpartisipasi dalam penghimpunan dana untuk Palestina dan menjadi sukarelawan untuk Global Deaf Muslims, sebuah lembaga nirlaba yang mengakomodasi kebutuhan tuna rungu di mesjid dan organisasi Islam lainnya. Baca: Dua Organisasi Islam Ini Bantu Krisis Air di Amerika!

Menyusul peristiwa penembakan tiga muslim di Amerika, media sosial pun riuh merespon peristiwa tersebut. Tagar #ChapelHillShooting, #MuslimLivesMatter dan #OurThreeWinners dengan cepat merajai trending topic di Twitter. Tagar #MuslimLivesMatter pun telah di-mention 100 ribu kali sehari setelah peristiwa kelam di Chapel Hill.