chapel hill
Dok Presstv.ir

OKI Kecam Peristiwa Chapel Hill

[sc name="adsensepostbottom"]

Organisasi Konferensi Islam (OKI) mengecam keras pembunuhan terhadap tiga muslim Amerika di Chapel Hill, North Carolina, Amerika Serikat, pekan lalu.

chapel hill
Dok Presstv.ir

Sekretaris Jenderal OKI, Iyad Madani, menuturkan peristiwa Chapel Hill telah membuat umat muslim seluruh dunia terguncang. “Kejahatan itu juga telah menimbulkan kekuatiran akan meningkatnya kebencian terhadap muslim dan tindakan terkait Islamofobia di Amerika Serikat,” katanya, dikutip dari AFP, Senin (16/2).

Madani mengimbau pemerintah Amerika untuk melindungi masyarakat di sana dari citra negatif, diskriminasi, dan stereotip yang berlawanan dari nilai-nilai masyarakat Amerika. Ia pun memuji bersatunya komunitas muslim Amerika dan solidaritas masyarakat Amerika usai peristiwa yang menewaskan Deah Barakat (23 tahun), Yusor Mohammad Abu-Salha (21 tahun) dan Razan Mohammad Abu-Salha (19 tahun). Baca: Ribuan Pelayat Hadiri Pemakaman Korban Penembakan Chapel Hill

Selain itu, Madani juga mengajak negara-negara lainnya untuk bekerjasama memerangi ekstremisme, kekerasan, ketidaktoleranan agama, serta kejahatan atas dasar kebencian dan tindakan lainnya yang mengarah ke sana. “Kebencian dan ketidaktoleranan seharusnya tidak mendapat tempat di dunia multibudaya,” tegas Madani, sembari menekankan pentingnya dialog antaragama dan antarbudaya di tengah masyarakat.

Sejak peristiwa penyerangan World Trade Center pada 9 September 2001 sejumlah muslim Amerika mengeluhkan perlakuan diskriminasi dan stereotip yang pernah diterimanya. Setidaknya ada sekitar 6-8 juta jiwa muslim di Amerika. Baca Juga: “Tidak Ada Mesjid di AS yang AntiAmerika”

Obama Angkat Bicara

Sementara, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama pun akhirnya angkat bicara mengomentari peristiwa kelam di Chapel Hill. Orang nomor satu di negara Paman Sam itu menyebut peristiwa itu sebagai pembunuhan yang brutal dan kasar. “Tidak seorang pun di Amerika Serikat yang menjadi target kriminal karena sosok mereka, rupa mereka dan bagaimana mereka beribadah,” ujar Obama.

Ia dan Michelle Obama pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Dalam pernyataan tertulisnya, Obama menuturkan kehadiran ribuan pelayat pada acara pemakaman korban menunjukkan bahwa seluruh Amerika bersatu sebagai keluarga. “Ketika seseorang diambil dari kita sebelum waktunya, kita akan mengingat bagaimana ia menjalani hidupnya dan kata-kata dari salah seorang korban hendaknya menginspirasi kehidupan kita,” imbuh Obama.

Di akhir pernyataan tertulisnya, Obama mengutip kalimat yang pernah disampaikan Yusor baru-baru ini: “Tumbuh di Amerika merupakan sebuah berkah. Tidak peduli dari mana asalmu. Banyak sekali orang berbeda dari berbagai tempat, latar belakang dan agama, namun kita di sini adalah satu”.