BNI Financial Center Telah Diresmikan

[sc name="adsensepostbottom"]

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI meresmikan layanan keuangan terpadu yaitu BNI Financial Center di Kantor Cabang Utama Jakarta Pusat, Rabu (11/3).

BNI46Direktur Utama BNI Gatot Suwando mengatakan, BNI Financial Center merupakan model pelayanan satu atap, dimana serorang nasabah akan dapat dilayani secara terintegrasi untuk menikmati produk perbankan, asuransi, sekuritas dan pembiayaan.

“Nasabah akan mendapatkan banyak keuntungan dengan model pendekatan bisnis baru seperti ini. Seorang nasabah hanya perlu datang ke salah satu outlet BNI, kemudian dia akan dilayani oleh frontliner (teller atau customer service officer) untuk dapat melakukan berbagai transaksi keuangan,” ujar Gatot, saat meresmikan BNI Finacial Center di Jakarta, Rabu (11/3).

Menurutnya, layanan pertama ini berada di area operasional BNI Kantor Wilayah Jakarta Senayan dan berikutnya akan dikembangkan BNI di kota-kota besar dimana kantor wilayah BNI berada.

BNI Financial Center merupakan pusat layanan terpadu yang dapat diperoleh nasabah yang ingin mendapatkan layanan perbankan dan jasa keuangan lainnya yang dimiliki BNI, antara lain perbankan konvensional (BNI) dan syariah (BNI Syariah), investasi di pasar modal  dari BNI Securities dan BNI Asset Management, perlindungan asuransi dari BNI Life, maupun layanan pembiayaan dari BNI Multifinance.

Lebih jauh ia memaparkan, Pembentukan layanan jasa keuangan terpadu merupakan bentuk komitmen BNI untuk mendukung upaya Otoritas Jasa keuangan (OJK) dalam meningkatkan literasi keuangan di Indonesia. Dari enam sektor jasa keuangan yang tertuang dalam Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia yang diterbitkan OJK tahun 2013, BNI telah memiliki layanan di 5 sektor, 4 diantaranya dilakukan oleh masing-masing anak perusahaan (perbankan syariah, pasar modal, asuransi dan pembiyaan).

Sementara layanan dana pensiun masih bergabung dalam induk BNI. “Selanjutnya, BNI mencoba mengakomodasi kepentingan nasabah di bank induk dan anak-anak perusahaannya dalam satu wadah, yaitu BNI Financial Service Group,” pungkas Gatot.

Para pengurus kelompok usaha bank, lanjutnya, melihat prospek jasa keuangan non perbankan dari waktu ke waktu semakin tinggi. Kebutuhan layanan jasa keuangan non bank terus meningat seriring membaiknya tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia. Dimana kelompok kelas menengah dengan pemahaman yang relatif lebih baik merupakan motor penggerak bagi bank untuk memperluas cakupan layanan jasa keuangannya. Sehingga merambah ke jasa keuangan lainnya seperti asuransi, sekuritas dan pembiayaan.