Etika dan Moral Jadi Basis Wirausaha Islam

[sc name="adsensepostbottom"]

Wirausaha menjadi salah satu anjuran dalam upaya mencari rizki. Dalam berwirausaha ini etika dan moral menjadi basis dari wirausaha Islam

wirausahaHibernia Professor of Economics and Finance Universitas New Orleans, Kabir Hasan, mengatakan wirausaha merupakan instrumen pemberdayaan dan alternatif pengembangan dengan potensi yang besar agar dapat berkontribusi bagi sesama. “Dalam Islam, wirausaha adalah aktivitas ekonomi yang berbasis pada etika dan moral, bebas riba, spekulasi dan eksploitasi,” kata Kabir, dalam Kuliah Umum Islamic Financial Services Board bertajuk Development of Entrepreneurship through Islamic Finance, Rabu (1/4).

Ia melanjutkan tujuan wirausaha Islam tidak hanya pada memperoleh keuntungan dan alasan sosial, tetapi juga ada unsur ibadah didalamnya. “Islam memiliki standar moral yang tinggi, nilai sosial yang tinggi, dan mengedepankan altruistik di atas kepentingan pribadi, sedangkan pandangan Barat mengenai wirausaha lebih pada mengejar keuntungan/bunga dan kekayaan untuk dirinya sendiri,” jelas Kabir. Oleh karena itu, tak heran jika Islam mendorong pada kegiatan produktif yang mengarah pada wirausaha.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, mengatakan keuangan syariah menekankan pada keadilan sosial dengan fokus pada sektor riil. “Untuk mencapai tujuan itu (keadilan sosial), transparansi diperlukan antara pemilik modal dan wirausahawan. Prinsip risk sharing di keuangan syariah juga membuat adanya mutual trust,” ujar Mirza.

Ia menambahkan konsep risk sharing dalam keuangan syariah turut mendorong terciptanya disiplin dan stabilitas dalam memastikan suatu usaha dapat berjalan sukuk. “Dengan tata kelola, transparansi dan manajemen risiko yang didesain dengan baik, akan ada relasi saling percaya dan membuat bisnis efisien,” tukas Mirza.

Mirza pun mengimbau agar lembaga keuangan syariah memiliki jangkauan luas untuk dapat menarik bisnis yang potensial, termasuk dalam pemberdayaan ekonomi produktif kepada masyarakat berpenghasilan rendah sebagai bagian dari program keuangan inklusif. Dengan demikian, ujar Mirza, industri keuangan syariah dapat berkontribusi menciptakan keseimbangan stabilitas keuangan dan perkembangan perekonomian.