BNI Syariah di tahun 2015 ini berencana untuk terus fokus pada pembiayaan KPR Griya iB Hasanah. Apa yang menjadi dasar pertimbangannya?

“Sasaran pembiayaan tahun 2015 ini BNI syariah masih sebagian besar tetap ke KPR. Karena memang core bisnis kita di KPR dan sudah terbukti (proven), kinerja kita sangat bagus di pembiayaan rumah ini,” demikian papar Imam.
Fokus bisnis BNI Syariah tetap di sektor pembiayaan perumahan ini bukannya tanpa alasan. Karena seperti dijelaskan Imam, pembiayaan Griya iB Hasanah BNI Syariah saat ini mendominasi portofolio pembiayaan BNI Syariah, yaitu antara Rp 6 triliun-Rp 7 triliun, atau hampir 50% dari total pembiayaan BNI Syariah yang sekitar Rp 16 triliun.
- KNEKS dan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala bekerja sama Mengembangkan Hilirisasi Bahan Baku Halal berbasis Minyak Nilam
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Jumlah Transaksi Top Up Kartu Uang Elektronik Hingga 180,52%
- Asosiasi DPLK dan DPLK Syariah Muamalat Inisiasi Sinergi Ekosistem Syariah bagi Sektor Informal
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026
Lebih lanjut menurut Imam, setelah pembiayaan Griya iB, maka fokus pembiayaan BNI Syariah yang kedua adalah di pangsa ritel produktif, yaitu pembiayaan di bawah Rp 10 miliar. Setelah itu, terakhir baru pembiayaan komersial.
Imam lalu menambahkan, untuk sektor pembiayaan yang dibidik, BNI Syariah lebih mengutamakan ke sektor perdagangan dan konstruksi.
“Untuk sektornya, kita lebih banyak ke sektor perdangan dan konstruksi. Namun konstruksi yang dimaksud adalah yang segmen middle, bukan segmen besar,” jelas Imam lagi.
Ketika ditanyakan kepadanya, kenapa BNI Syariah tidak membidik sektor kemaritiman yang sekarang sedang digalakkan pengembangannya oleh Pemerintahan Jokowi-JK, Imam pun menjawabnya dengan tegas.
“Maritim harus kita kaji lebih dalam lagi, karena resikonya tinggi. Kita (BNI Syariah) belum punya kapabilitas di sana. Tidak semudah itu untuk masuk ke maritim, karena kita harus mampu membina di tingkat nelayan. Biayanya terlalu mahal dan terlalu beresiko,” demikian ujar Imam.
Intinya, menurut Imam, BNI Syariah saat ini akan lebih berfokus menyalurkan pembiayaan kepada segmen maupun sektor dimana BNI Syariah sudah mempunyai pengalaman dan kinerja yang bagus.

