Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardi, memberikan keterangan pers, Kamis (16/4).

2015, Dompet Dhuafa Bidik 2 Juta Penerima Manfaat

[sc name="adsensepostbottom"]

Mengusung tema Tumbuh Bersama, Dompet Dhuafa menargetkan sekitar dua juta penerima manfaat di tahun ini.

Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardi, memberikan keterangan pers, Kamis (16/4).
Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardi, memberikan keterangan pers, Kamis (16/4).

Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardi, mengatakan target dua juta penerima manfaat di tahun ini meningkat 30 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 1.655.224 individu. “Walau dua juta penerima manfaat terbilang sedikit karena jumlah orang miskin di Indonesia yang cukup banyak, tapi kami berharap bisa memberikan manfaat bagi orang yang kami bantu,” ujar Yuli saat peluncuran tema Tumbuh Bersama, Kamis (16/4).

Untuk memfasilitasi penerima manfaat di tahun ini, Dompet Dhuafa menargetkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah mencapai Rp 299 miliar. Pada tahun lalu Dompet Dhuafa menghimpun dana zakat sebesar Rp 224 miliar. Setiap tahunnya rata-rata penghimpunan dana tumbuh 10-15 persen per tahun. “Setiap bulan rata-rata penggalangan dana zakat antara Rp 9 miliar sampai Rp 10 miliar, dan di bulan Ramadhan bisa sampai Rp 100 miliar,” ungkap Yuli.

Di tahun ini Dompet Dhuafa pun menyiapkan berbagai program andalan di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Di bidang ekonomi Dompet Dhuafa menggulirkan program Mustahik Move to Muzakki atau “Dari Dhuafa Menjadi Berdaya”. Program tersebut akan menyasar sektor pertanian, usaha kecil dan menengah, dan peternakan. “Untuk sektor UKM, Dompet Dhuafa menargetkan sebanyak 130 kepala keluarga sebagai penerima manfaat yang berada di Serang dan Bekasi. Selain bantuan modal, kami juga memberikan pendampingan intensif terhadap mereka,” ujar Yuli.

Di sektor pertanian, Dompet Dhuafa membidik 60 kepala keluarga di Mojokerto dan Bogor sebagai penerima manfaat program pertanian hortikultura dan 80 kepala keluarga di Sleman dan Sukabumi sebagai penerima manfaat program Sentra Sapi Perah. “Kami juga fokus pemberdayaan ekonomi ke daerah Indonesia Timur seperti Makassar dan Papua untuk peternakan sapi,” kata Yuli.

Di bisang ekonomi pula, Dompet Dhuafa akan mengembangkan kawasan desa wisata di Jampang, Bogor. Kawasan yang rencananya akan diresmikan pada Agustus 2015 ini dinilai memiliki potensi sosial dan budaya untuk dijadikan desa wisata berbasis silat. Sementara, di bidang pendidikan Dompet Dhuafa terus mengembangkan Sekolah Unggul di Parung dan di bidang kesehatan berupa layanan kesehatan cuma-cuma dan rumah sehat terpadu.

Di tahun ini Dompet Dhuafa mengusung tema Tumbuh Bersama karena terinspirasi atas kiprah lembaga selama lebih dari 21 tahun memberdayakan kaum dhuafa. Dalam aktivitas pemberdayaan tersebut, Dompet Dhuafa menjunjung nilai kepedulian, berbagi dan semangat kebersamaan.