PT Bank Negara Indonesia (BBNI) Tbk (Persero), akan menjaga Net Interest Margin (NIM) di kisaran 6 persen hingga akhir 2015.

Sementara itu, Direktur BNI, Rico Rizal Budidarmo menuturkan, beban operasional BNI mengalami peningkatan sebesar 22,7 persen dari Rp 3,45 triliun pada kuartal I-2015 menjadi Rp 4,23 triliun. Namun, menurutnya, peningkatan beban tersebut diimbangi dengan peningkatan pendapatan nonbunga sebesar 23,8 persen dari Rp 2,3 triliun menjadi Rp 2,94 triliun.
Hal tersebut, lanjutnya, membuat NIM BNI masih terjaga di level yang cukup baik. NIM BNI yang saat ini lebih dari 6 persen juga tentunya didukung oleh pertumbuhan kredit pada kuartal I-2015. “Meskipun pertumbuhannya masih lebih kecil dibandingkan pertumbuhan kredit periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya. Baca: BNI Cetak Laba Bersih RP 2, 82 Triliun
- KNEKS dan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala bekerja sama Mengembangkan Hilirisasi Bahan Baku Halal berbasis Minyak Nilam
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Jumlah Transaksi Top Up Kartu Uang Elektronik Hingga 180,52%
- Asosiasi DPLK dan DPLK Syariah Muamalat Inisiasi Sinergi Ekosistem Syariah bagi Sektor Informal
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026
Lebih lanjut ia menjelaskan, penyaluran kredit BNI pada kuartal I-2015 tumbuh sebesar 9,1 persen, dari Rp 247, 12 triliun pada kuartal I-2014 menjadi Rp 269,51 triliun. Sedangkan dari sisi libilitas, ditengah persaingan ketat industri keuangan Indonesia dalam mendapatkan dana pihak ketiga (DPK), pada kuartal I-2015, BNI tetap fokus pada upaya menghimpun dana murah atau current account saving account (CASA).
DPK BNI pada kuartal I-2015 mencapai Rp 305,15 triliun atau tumbuh 11,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. “Dari total DPK yang komposisinya masih didominasi CASA sebesar 63 persen. Kami akan tetap mempertahankan NIM, kira-kira 6 persen di akhir tahun 2015. Ini untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan BNI,” tukasnya.

