Kemajuan teknologi dan transportasi dewasa ini harus disikapi umat Islam dengan ikut mengambil peran agar tidak tergerus arus globalisasi. Di tengah beragamnya masyarakat dunia, umat Islam harus mampu menunjukkan diri dan berkontribusi.

Imam Besar Masjid New York, Shamsi Ali, mengatakan Islam harus mengubah mindset dengan apa yang bisa dilakukan, bukan dengan apa yang bisa didapat. Hal ini sebagai cermin bahwa umat Islam harus aktif dan berkontribusi lebih. “Umat Islam jangan sampai kalah cepat dan jangan selalu mengeluh. Justru apabila ada pandangan miring tentang Islam kita harus bisa mengubah pandangan mereka dengan membuka dialog dan menunjukkan perilaku yang menunjukkan Islam sebagai rahmatan lil alamin,” kata Shamsi yang juga menjadi Direktur Nusantara Foundation, Jumat (24/4).
Salah satu upaya mewujudkan kontribusi tersebut adalah dengan mengadakan pertemuan melalui seminar. Dompet Dhuafa bersama dengan Nusantara Foundation berencana akan menggelar seminar internasional dan eksibisi budaya di New York, Amerika Serikat pada 29-30 Mei 2015. Rangkaian acara tersebut akan dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Amerika, Budi Bowoleksono.
Shamsi menambahkan tujuan seminar adalah memberikan tampilan wajah perdamaian Islam untuk mengubah stigma bahwa Islam penuh dengan kekerasan. Pada tanggal 29 Mei seminar internasional akan berlangsung dengan beberapa pembicara diantaranya Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi; Founder JawaPos, Dahlan Iskan; Direktur Institut Budaya, Agama dan Dunia Universitas Boston, Robert W Hefner.
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
Sementara pada 30 Mei akan ada ceramah dari KH Abdullah Gymnastiar dan pemberian penghargaan Nusantara Al Amin Award kepada Walikota New York Bill de Blasio, Nusantara Al Adl Award kepada penyanyi hiphop Russel Simmons dan Nusantara As Salam Award kepada pimpinan tokoh agama. “Penghargaan diberikan kepada walikota New York karena dia membuat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur sekolah, dan Russel Simmons karena telah mendukung Islam di Amerika selama ini,” tukas Shamsi. Baca: Berburu Makanan Halal di New York
Presiden Direktur Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, mengatakan seminar mengenai keragaman dan persatuan ini bertujuan membuka cakrawala dan meningkatkan awareness terhadap praktik Islam Nusantara pada bidang ekonomi, demokrasi, filantropi dan budaya, sehingga diharapkan bermanfaat bagi peserta dan dapat diimplementasikan di Indonesia. “Misinya membawa kebaikan Indonesia ke tengah dunia. Tema seminar Unity in Diversity juga cocok dengan Bhineka Tunggal Ika dan Amerika juga tumbuh dengan semangat itu,” ujar Ahmad.
Seminar tersebut juga menjadi momen efektif memperkenalkan ragam kekayaan dan nilai budaya Indonesia. Menurutnya, mempromosikan budaya bangsa merupakan diplomasi kenegaraan yang terbilang efektif, contohnya adalah pencak silat, yang merupakan budaya asli Indonesia, telah mendunia. “Pencak silat yang berasal dari Indonesia sudah diterima dimana-mana,” kata Ahmad. Baca: Kenali Budaya Keroncong Indonesia Melalui Kedjora
Rencananya, seminar bertajuk ‘Unity In Diversity’ akan dihadiri 100-200 peserta yang terdiri dari donatur, publik figur, komunitas muslim, pegiat filantropi, pengusaha, perancang busana, budayawan, akademisi, mahasiswa, departemen pemerintahan, dan masyarakat umum (WNI yang tinggal di Amerika maupun warga negara asing). Perhelatan seminar ini juga didukung oleh iB Hasanah Card BNI Syariah, dimana peserta asal Indonesia dapat mengikuti seminar dengan mencicil biaya perjalanan seharga 3.414 dolar AS selama 12 bulan.

