Ketua Komisi Bidang Pendidikan MUI, KH Anwar Abbas.

MUI: Ideologi Apa Yang Ahok Usung?

[sc name="adsensepostbottom"]

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyayangkan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, bahwa negara ini bukan negara syariah, pesta bikini bukanlah hal yang patut dipermasalahkan.

Ketua Komisi Bidang Pendidikan MUI, KH Anwar Abbas.
Ketua Komisi Bidang Pendidikan MUI, KH Anwar Abbas.

Ketua Komisi Bidang Pendidikan MUI, KH. Anwar Abbas, menyesalkan pernyataan Ahok, yang mengatakan bahwa bikini bukan merupakan suatu hal yang patut dipermasalahkan. ”Pertanyaan Ahok yang menyatakan bahwa pesta bikini bukan merupakan suatu hal yang patut dipermasalahkan. Itu jelas sangat patut disesalkan,” kata Anwar, dalam rilisnya yang diterima MySharing, Senin (27/4).

Apalagi, tegas Anwar, Ahok menyatakan bahwa ia tidak akan mengeluarkan larangan khusus bagi pengelola hotel untuk tidak menyelenggarakan acara serupa atau pesta bikini bagi para pelajar.

Pernyataan Ahok yang dikeluarkan di Balai Kota pada Jumat pekan lalu:”Ini bukan negara syariah kok, kamu telanjang bulat atau tertutup itu urusan kamu, akan tetapi kalau kamu melanggar perizinan, maka izin kamu kami cabut,” ujar Anwar mengulang pernyataan Ahok tersebut yang memicu perdebatan.

Pernyataan Ahok tersebut, menurut Anwar, jika dianalisis dari perpesktif falsafah dan idiologi negara memang tidak semuanya salah. Pernyataan Ahok yang menyatakan bahwa negara ini bukan negara syariah atau negara agama adalah benar. Namun demikian, tegas Anwar, ini bukan berarti bahwa negara ini tidak memperhatikan nilai-nilai dari ajaran agama Islam

”Sila pertama dari Pancasila yang merupakan falsafah dan ideologi bangsa Indonesia adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Dimana sila tersebut harus menjiwai dan mewarnai sila kedua, ketiga, keempat dan kelima, serta menjiwa dan mewarnai UUD 1945,” tegas Anwar.
.
Menurutnya, kalau Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta tidak mau peduli dengan nilai-nilai ajaran agama Islam dalam kebijakan-kebijakan yang dibuatnya. ”Berarti Ahok tidak mendukung falsafah dan ideologi Pancasila sebagai falsafah dan ideologi yang harus dia dukung dan perjuangkan. Lalu, pernyataannya ideologi apa yang Ahok usung?,” tukas Anwar.

Anwar menilai, bahwa penyataan Ahok lebih mengedepankan falsafah dan ideologi liberalisme. Menurutnya, hal ini tentu saja tidak bisa diterima karena jika pandangan semacam itu yang dikembangkannya, sebagai seorang gubernur. Maka, tentu dampaknya akan sangat buruk terhadap bangsa Indonesia.

Karena, lanjut Anwar, disamping mengancam falsafah dan ideologi bangsa, juga berpotensi untuk memecah belah dan memporak-porandakan persatuan dan kesatuan bangsa serta eksistensi negari ini. ”Tentu, kita sebagai masyarakat tidak mau itu terjadi,” pungkasnya.