Industri keuangan syariah telah semakin dikenal di seluruh dunia. Sejumlah negara pun berlomba menjadikan kota utamanya sebagai pusat keuangan syariah dunia. Bagaimana peluang Indonesia?

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Indonesia, Bambang Wibawarta, mengatakan perkembangan keuangan syariah dunia yang diawali dengan lembaga keuangan syariah di Mesir kini telah meluas menjadi bank syariah berskala internasional. Dewasa ini, bank syariah telah menawarkan berbagai produk keuangan syariah. Praktek keuangan syariah pun telah menyebar tak hanya di negara mayoritas muslim seperti Indonesia dan Malaysia, tetapi juga hingga ke Amerika dan Eropa.
Menurut Bambang, potensi dan pertumbuhan pasar keuangan syariah yang menjanjikan tersebut tak ayal telah membuat berbagai kota dunia berlomba-lomba menjadi pusat keuangan syariah global. “Dubai memegang posisi sebagai pusat keuangan syariah karena memiliki keunggulan berlimpah seperti lingkungan kosmopolitan yang business friendly, kualitas keuangan yang tinggi, kepemilikan modal yang banyak, pengecualian pajak dan kebebasan bea masuk,” kata Bambang saat membuka Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah 2015 di Balai Sidang Universitas Indonesia, Selasa (28/4).
Di sisi lain, lanjut Bambang, berbagai kota besar lainnya pun tak kalah agresif dalam merebut posisi sebagai pusat keuangan syariah seperti Bahrain, Kuala Lumpur dan London. Namun, pihaknya berharap Indonesia bisa menjadi pusat keuangan syariah, dengan Jakarta menjadi kota utama pengembangan keuangan syariah.
Menurutnya, Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dengan potensi signifikan dan anggota G20 punya peluang besar sebagai pusat keuangan syariah dunia, sehingga mestinya bisa mendorong Jakarta sebagai pusat keuangan syariah. “Saya yakin ke depan Indonesia akan semakin berjaya menjadi bangsa yang semakin disegani di industri keuangan syariah dan menjadi salah satu ujung tombaknya, serta Jakarta dapat menjadi pusat keuangan syariah dunia,” cetus Bambang.
Bambang menuturkan hadirnya industri keuangan syariah telah membantu dalam melakukan diversifikasi risiko global. Ekonomi dan keuangan Islam pun telah menjadi bagian integral dari sistem keuangan internasional. Pada sejumlah penelitian yang dilakukan dalam beberapa dekade terakhir, bank Islam tak hanya layak tapi telah membentuk intermediasi finansial yang efektif dan efisien serta sistem keuangan yang heterogen.

