Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) secara resmi membuka Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia ke 5 di Pasantren At-Tauhidiyah, Cikura, Tegal Jawa Tengah, Senin (8/6).

Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, dan Ketua Umum MUI Din Syamsudin.
Dalam sambutannya, JK menyinggung berbagai persoalan umat, baik bersifat international seperti berbagai persoalan yang dihadapi umat di Timur Tengah dan Rohingya, maupun nasional seperti masalah radikalisme, ekonomi umat hingga persoalan kemakmuran masjid.
Menurutnya, Indonesia lebih damai dibandingkan negara-negara Timur Tengah. Ini karena di negara tersebut masih rentan konflik horizontal apabila terjadi perbedaan pandangan. Seperti halnya Suriah, Irak, Nigeria dan negara lain yang berpengaruh ISIS. “Indonesia negara paling damai dibandingkan negara-negara lain,” kata JK, dalam rilis MUI yang diterima MySharing, Senin (8/6).
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
Lebih lanjut JK menegaskan bahwa Indonesia dengan sikap kebangsaan selalu menjunjung tinggi persatuan, saling menghargai, perdamaian dan toleransi antar umat beragama. Sikap persatuan dan perdamaian inilah yang patut disyukuri dan harus disampaikan kepada dunia bahwa Indonesia negara damai.
Semantara itu, Ketua MUI Pusat KH Amidhan Saberah, mengatakan, Ijtima Ulama akan membahas tiga hal penting yang dikelompokkan dalam tiga bidang yaitu masalah strategi kebangsaan, masalah aktual dan masalah qununiyah.
Menurutnya, tiga hal ini merupakan topik yang selalu dibahas dalam setiap Ijtima Ulama Komisi Fatwa sejak awal hingga sekarang digelar yang kelima kalinya di Tegal. ”Terpenting akan mendoakan agar bangsa ini terbebas dari masalah-masalah yang mendiskreditkan bangsa dan umat Islam,” kata Amidhan dalam sambutannya.

