Bulog Akan Impor Sapi Sebanyak 1.000 Ton

[sc name="adsensepostbottom"]

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan memberikan izin kepada Perum Bulog untuk melakukan impor sapi potong sekunder (secundary cut) sebanyak 1.000 ton.

dagung sapiIzin impor sapi ini keluarkan kementerian untuk menghadapi kemungkinan kenaikan harga daging sapi selama Ramadhan dan lebaran.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Partogi Pangaribuan menuturkan, izin impor untuk Bulog berlaku sampai 31 Agustus 2015.”BUMN diperbolehkan mengimpor dalam kondisi-kondisi tertentu, salah satunya saat puasa, lebaran dan natalan,” kata Partogi, seperti dikutip dari republika, Rabu (17/6).

Partogi menegaskan bahwa izin impor daging sapi potong sekunder hanya diberikan kepada Perum Bulog sebagai bentuk penugasan. Izin ini tidak diberikan kepada importir umum. Alasannya, karena pemerintah juga harus memikirkan keberlanjutan usaha peternak sapi dalam negeri.

Daging sapi potongan yang diimpor oleh Perum Bulog akan didistribusikan ke pasar-pasar tradisional. Namun demikian kata Partogi, pemerintah tidak mematok harga jual daging tersebut. ”Kita serahkan ke BUMN, apalagi kalau dia bisa beli murah. Karena tujuan BUMN bukan komersial, dijual agar harga daging sapi terjangkau saat puasa dan lebaran,” ujarnya.

Selain daging, tambah Partogi, sebanyak 150 ekor sapi bakalan diimpor untuk memenuhi kebutuhan pada kuartal II 2015. Realiasasi impor ini sudah mencapai 60 persen dari izin yang diberikan Kementerian Perdagangan kepada 43 perusahaan pengemukan sapi. ” Izin impor sapi bakalan sebanyak 250 ribu ekor pada kuartal kedua ini sudah memasukkan perhitungan kebutuhan ramadhan dan lebaran,” katanya.

Menurutnya, impor sapi bakalan tersebut mayaritas berasal dari Australia. Setelah dilakukan pengemukkan, sapi-sapi tersebut akan dipotong untuk memasok kebutuhan ramadhan dan lebaran. Pengemukkan sapi, umumnya dilakukan selama dua tiga bulan.

Selain izin untuk impor sapi bakalan, Kemendag juga telah mengeluarkan izin untuk impor sapi siap potong sebanyak 29 ribu ekor. Izin ini diberikan kepada 26 importir. Menurut Partogi, dengan izin impor yang diberikan pemerintah, otomatis pasokan daging sapi pada ramadhan dan lebaran tahun ini mencukupi.