Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) Kabupaten Aceh Utara siap melakukan pemberdayaan pengungsi etnis muslim Rohingya, usai kompleks Integrated Community Shelter/ICS yang dibangun Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah rampung.

Ia pun mengapresiasi gerak cepat ACT menangani pengungsi, termasuk dalam menyiapkan ICS. “Ini (shelter) sangat layak untuk saudara kita dari Rohingya itu. Dan saya kira semua lembaga harus ikut mendukung apa yang dilakukan ACT,”kata Khuzaemah. Baca: MUI dan Walubi Salurkan Bantuan Bagi Pengungsi Rohingya
KP3A Aceh Utara akan menggelar kelas pendampingan setiap harinya, yang akan digelar 2 kali dalam sehari. Pagi hari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB pengungsi dapat belajar bahasa, berhitung dan ilmu umum lainnya. Kemudian sore harinya mulai pukul 16.00 sampai 18.00 akan mempelajari ilmu agama. “Ibu-ibu dan remaja perempuannya akan kami ajarkan life-skills seperti membuat bros, sulam menyulam, hidroponik, dan yang lainnya,” jelas Khuzaemah.
Sebelumnya relawan ACT dan KP3A Aceh Utara telah memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan di penampungan pengungsi Rohinya Blang Adoe Kuta Makmur Aceh Utara di Gedung BLK Kabupaten Aceh Utara. Pelatihan untuk para pengungsi perempuan itu mengangkat tema seputar pentingnya sanitasi dan kesehatan reproduksi bagi wanita. Baca Juga: IPMI Rangkul Perempuan Jadi Pengusaha
Perwakilan ACT Pusat, Rahardiansyah, mengatakan penyuluhan tersebut merupakan rangkaian kegiatan bersama lembaga-lembaga kemanusiaan yang mendampingi pengungsi Rohingya mulai dari Lhoksukon, Kuala Cangkoi hingga Blang Adoe. Kegiatan pelatihan yang diprakarsai KP3A Kabupaten Aceh Utara ini nantinya akan terus mendampingi dan memberi berbagai ketrampilan pengungsi Rohingya di Aceh Utara.

