Pertama Bank mengadakan “Permata Bankir Cilik”, sebuah metoda belajar sambil bermain guna meningkatkan literasi keuangan dan perbankan.

Permata Bankir Cilik ini melibatkan 40 siswa/sisiwi pilihan yang akan berperan menjadi “duta menabung” yang berasal dari delapan sekolah dasar (SD) yang berada di lingkungan sekitar PermataBank seperti Karet, Kuningan, Menteng dan Pondok Aren.
“Kegiatan Permata Bankir Cilik ini dirancang guna mendongkrak tingkat literasi anak-anak SD melalui program pelatihan siswa/siswi sekolah dasar untuk menjadi “duta menabung” di sekolahnya masing-masing. Dengan menggunakan metoda belajar sambil bermain, para relawan PermataBank siap untuk berbagi ilmu melalui serangkaian modul permainan edukatif seperti Bintang Permata Edugame, ular tangga si bintang dan buku cerita si Bintang,” demikian papar Direktur Retail Banking Permata Bank – Bianto Surodjo.
Bianto Surodjo lalu menambahkan, Permata Bank melalui program-program CSR Permata Hati telah membuat modul-modul fun based learning yang bertujuan guna meningkatkan literasi keuangan anak-anak Indonesia. Hal ini didasari riset oleh OJK yang mengungkapkan bahwa lebih dari 75% masyarakat Indonesia memiliki tingkat literasi yang rendah terhadap produk finansial dan keuangan.
Sementara itu psikilog – Vera Itabiliana Hadiwijoyo Psi menyambut positif kegiatan “Permata Bankir Cilik” ini menyambut positif kegiatan Permata Bankir Cilik yang menggunakan metoda belajar mengenai perbankan sambil bermain.
“Bermain itu penting bagi proses belajar, karena memungkinkan terjadinya whole-brain learning (otak kiri & kanan) serta mengembangkan pemikiran abstrak anak. Bermain juga memanjangkan rentang perhatian anak karena ketika bermain anak merasa senang, sehingga betah dengan apa yang tengah dilakukan,” jelas Vera Itabiliana.

