Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Muktamar Muhammadiyah ke 47 di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (3/8).

Menurut Jokowi, tema muktamar ini sangat relevan bagi Indonesia saat ini. Diharapkan Muhammadiyah melanjutkan misi Islam berkemajuan untuk menjawab tantangan zaman yang kini dihadapi. “Muhammadiyah telah menjadi kekuatan transformatif untuk menjawab tantangan zaman. Muhammadiyah juga sudah cukup dikenal sebagai ormas Islam yang kaya gagasan dan kreativitas,” kata Jokowi.
Jokowi menuturkan, perjalanan Indonesia menjadi negara maju masih sangat panjang. Pemerintah membutuhkan bantuan dari berbagai kalangan guna mewujudkan cita-cita tersebut.
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
“Saya mengajak Muhammadiyah untuk mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin untuk mengelola kebhinekaan sebagai rahmat yang baik, sehingga bisa menjawab tantangan bangsa dalam kebersamaan,” ujar Jokowi.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan tema itu merupakan bentuk komitmen Muhammadiyah terhadap bangsa dan negara yang berdasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Bagi Muhammadiyah, lanjut Din, Islam Berkemajuan bukan visi keislaman yang baru, melainkan sudah digagas oleh sang pendiri, yaitu KH, Ahmad Dahlan.
Menurutnya, ajaran Islam tidak bisa direduksi. Namun demikian, tegas Din, secara realitas umat Islam dan bangsa Indonesia menghadapi berbagai persoalan. “Maka dengan visi Islam Berkemajuan diharapkan umat Islam bisa bangkit dari keterpurukan,” kata Din.
Islam berkelanjutan, tambah Din, bukan semata mau besar dalam kualitas, namun mau besar juga secara mutu dan kualitas. Islam Berkemajuan juga tidak terkait dengan ruang dan tidak terikat dengan waktu. Sebab ruang dan waktu itu sangat terbatas. “Islam Berkemajuan dimensi ketiga dan dimensi gerak. Yakni mengerakkan umat Islam dan bangsa,” kata Din dalam sambutannya.

