KH. Said Aqil Siradj terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2015-2020.

Muktamar ke 33 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di alun-alun Jombang, Jawa Timur telah ditutup pada Kamis (6/8) dengan menetapkan KH Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum PBNU periode 2015-2020.
Dari 508 peserta yang memiliki hak suara total ada 417 peserta yang hadir dan ikut memilih. Dalam proses penghitungan suara KH Said Aqil Siradj memperoleh 287 suara pada sidang pleno yang berlangsung di alun-alun Jombang, Jawa Timur.
Said mengalahkan kandidat lainnya yaitu KH. As’ad Said Ali dengan torehan 107 suara dan KH Solahudin Wahid sebanyak 10 suara. Said mengatakan, NU ke depan akan fokus pada pengembangan pendidikan, ekonomi dan kesehatan. “Kami tidak akan membawa NU ke ranah politik praktis,” kata Said.
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
Said juga berharap selama lima tahun ke depan NU akan semakin bisa diterima semua kalangan dan bisa semakin bermanfaat untuk rakyat dan bangsa. ”Mari bersama-sama menghindari perpecahan dan membangun NU,” tegas Said.
Sementara itu, KH Ma’ruf Amin ditetapkan sebagai Rais Aam Syuriah PBNU periode 2015-2020. Ma’ruf Amin dipilih oleh sembilan kiai yang tergabung dalam Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA), setelah KH Mustofa Bisri yang terpilih sebagai Rais Aam Syuriah PBNU mengundurkan diri.
Ma’ruf menyatakan, dirinya pertama-tama akan mensosialisasikan organisasi, sehingga tidak ada lembaga di lingkungan NU yang tidak sejalan dengan baik. Oleh karena itu, Ma’ruf sangat membutuhkan dukungan warga Nahdlatul semuanya. ”Kami membutuhkan dukungan dari semua elemen NU di semua sektor,” pungkasnya.

