Rachmat Gobel

Gobel Jangan Dikorbankan, Prinsip Syariah Yang Harus Diterapkan

[sc name="adsensepostbottom"]

Jika pemerintah mampu menerapkan sistem syariah kepada pembisnis daging. Mafia tidak akan bebas berlenggang, Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel  pun tidak dikorbankan.

Rachmat Gobel
Rachmat Gobel

Reshuffle telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satu yang diberhentikan adalah Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel. Jokowi kemudian menunjuk Thomas Trikasih Lembong sebagai pengantinya.

Ketua Komite Tetap Akses Pasar Kadin Bidang UKM Rifda Ammarina menyayangkan sikap Jokowi yang mencopot Rachmat Gobel, karena kecewa terhadap perdagangan daging yang harganya terus merangkak. ”Saya kira Jokowi salah besar kalau mas Rachmat Gobel yang dikorbankan. Karena dari dulu di negeri ini ada mafia daging, semua orang tahu itu,” kata Rifda kepada MySharing, di sela-sela acara Halal bi Halal ICMI di Menara 165 Jakarta, Rabu (12/8).

Namun demikian, lanjut dia, mafia itu siapa dan bagaimana kerjanya, itu belum bisa dibuktikan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).Ia pun menghimbau pemerintah melakukan langka-langkah tepat, pertama adalah lebih menguatkan keberadaan KPPU, dalam memberanggus mafia daging yang sudah mengakar di bumi pertiwi ini. Logikanya, kata dia, masa sudah impor masih diobok-obok, dagingnya langka dan harga mahal.

Kedua, yaitu pemerintah harus menyebarluaskan konsep-konsep bisnis syariah, utamanya kepada para pelaku usaha daging. Sehingga mereka bisa menjalankan bisnisnya dengan syar’i, mencari keuntungan pun untuk kemaslahatan umat. ”Insya Allahtidak ada lagi kelangkaan daging,” ujarnya.

Dari segi hukum, kata Rifda, Jokowi harus menegakkan keadilan agar pedagang-pedagang yang oportunis dan mafia daging bisa dihilangkan dari Indonesia. Pemerintah Jokowi juga wajib mengembangkan ahlak bangsa, salah satunya ahlak pengusaha daging agar berbisnis secara syariah.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kalau berbisnis secara syariah, kelompok itu bukan mafia yang mencari keuntungan semata merugikan orang lain. Tapi kelompok yang memberikan kemaslahatan lebih besar kepada masyarakat. Karena dalam Islam, syariah itu adalah mengikuti Al-Qur’an dan Hadist. Nah dengan prinsip syariah itu, setiap orang terikat oleh aturan agama. Tidak mungkin terpengaruh atau tergoda oleh kelompok mafia karena aturan agama sudah melekat dalam dirinya.

Menurutnya, jika pemerintah mampu menerapkan prinsip syariah kepada pembisnis daging, bangsa ini akan aman dan perdagangan Indonesia lebih terukur. Karena sudah jelas ada barang ada konsumen. ”Rachmat Gobel jangan dikorbankan. Tapi prinsip syariah yang harus diterapkan dalam bisnis ini,” pungkasnya.