Dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke- IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengukuhkan perannya sebagai payung seluruh ormas Islam.

Munas ke-IX MUI akan digelar pada 24-27 Agustus di Surabaya, Jawa Timur dengan mengusung tema “Islam Wasathiyah Untuk Indonesia dan Dunia yang Berkeadilan dan Kemajuan.”
Wakil Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin menuturkan, Islam Wasathiyah itu Islam Nusantara dan berkemajuan untuk Indonesia dan dunia yang berkeadilan. “Islam Wasatahiyah dapat disimpulkan sebagai konsep yang diusung Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, yang kini menjadi isu sentral di Indonesia,” kata Ma’ruf kepada MySharing, di kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (18/8). Baca: Munas ke-IX MUI Bahas Masalah Keumatan.
Ma’ruf menegaskan, bahwa MUI telah mengukuhkan diri sebagai tenda besar umat Islam. Sehingga seluruh ormas Islam dipayungi dan diwadahi oleh MUI. Bahkan, MUI juga menjadi tenda aliran apa pun dalam mewujudkan persatuan an kesatuan bangsa dan umat.
- BPKH dan Bank Muamalat Jaga Silaturahmi dengan Jurnalis Medan
- BCA Syariah Catat Pertumbuhan Aset 17,2% YoY, Perkuat Dampak via Inisiatif Sahabat Berkahmu
- Bank Muamalat Gelar Silaturahmi dan Diskusi bersama Para Jurnalis Medan
- Sinergi BPKH dan Bank Muamalat Perluas Akses Layanan Haji Berbasis Digital
Namun demikian, kata Ma’ruf, ada batasan-batasannya. Yakni, dalam situasi khalifah, maka maka MUI memberikan toleransi. Akan tetapi, jika ada penyimpangan, maka MUI akan mencoba meluruskan dan mengajaknya kembali ke jalan yang diridho Allah SWT. “Jadi tidak dimusuhi, tapi ditegur diajak kembali ke jalan Allah SWT,” tegasnya.

