Imam asal Indonesia di New York, Shamsi Ali -menjawab pertanyaan tentang bagaimana kehidupan Muslim di Amerika Serikat- mengatakan agama Islam sudah diterima sebagai bagian integral masyarakat.

Shamsi, imam masjid yang telah tinggal di New York selama sekitar 20 tahun mengatakan, “Di Amerika itu, Islam bukan lagi sesuatu yang asing. Bahkan Islam smenjadi agama yang paling populer dengan perkembangan terpesat.”
“Memang masih ada yang belum paham, khususnya di daerah-daerah terpencil di luar kota. Tapi di kota-kota besar seperti New York, Islam sudah diterima sebagai bagian integral dari masyarakatnya,” tambah Shamsi
Pemerintah kota New York sendiri pun sudah menerapkan libur sekolah untuk peringatan Idul Fitri dan Idul Adha.
Ber-Islam secara subur di AS
Tim jurnalis: Bagaimana perjalanan isu Islamphobia di rezim Obama dan rezim sebelumnya?
Shamsi Ali: Memang kejadian 9/11 menjadikan pemimpin Amerika Serikat panik. Maka ketika (George) Bush berkuasa dan awal pemerintahannya diuji dengan awal pemerintahanya diuji dengan serangan teror, dia menjadi panik dan membabi buta. Kebijakan dalam negeri maupun di luar negerinya banyak dibangun di atas dasar balas dendam kepada teroris yang kebetulan berada di negara-negara Islam seperti Afghanistan.
Alhamdulilah sejak Barack Obama menjadi presiden ada perubahan-perubahan. Walaupun belum terlalu mendasar, misalnya UU yang dikenal dengan Patriotic Act diperbaiki, penutupan (kamp) Guantanamo, dan lain-lain.
Tim jurnalis: Apa yang mendasari Islamphobia muncul atau terlahir di tengah masyarakat?
Shamsi Ali: Ada banyak penyebab terjadinya Islamphobia. Tapi menurut saya yang terpenting adalah, 1. Ketidaktahuan, 2 kegagalan umat Islam membuktikan jika Islam itu antitesis dari terorisme. Saya tetap yakin AS bukan bangsa yang anti-Islam. Justru kita bisa ber-Islam secara subur dan lebih maju di AS. Sebabnya adalah karena ke-Islaman kita dibangun di atas dasar kebebasan, bukan paksaan sistem atau bahkan sekedar terbawa lingkungan.

