Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta maaf dan rekonsiliasi terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI).

Menurut Natsir, jika Jokowi tetap melanjutkan rencana tersebut, maka tindakannya adalah kemunduran bagi harkat dan martabat Indonesia yang telah dikoyak PKI di masa lalu. “MUI mengecam rencana Presiden Jokowi untuk meminta maaf pada keluarga PKI,” kata Natsir, dalam deklarasi Majelis Pemuda Islam Indonesia di Kantor MUI Jakarta Pusat, pada Jumat (21/8/2015).
Menurutnya, sikap presiden Jokowi yang demikian tentu menambah rentetan kekecewaan rakyat kepada PKI dengan berbagai teror dan pembantaian kepada orang-orang penting di Indonesia. Rakyat Indonesia, kata dia, kecewa atas sikap PKI yang dengan keji membantai tokoh-tokoh agama dan jenderal. Namun, sayangnya banyak media yang memutar fakta dan kata soal itu, maka kita pun harus waspada.
Untuk menanggulangi kembalinya paham dan juga pengaruh PKI itu, pemuda Indonesia harus gencar menggelar aktivitas dan melanjutkan tradisi luhur bangsa yang arif dan beradab. “Anak-anak muda harus kembali wajib militer untuk menjamin keutuhan NKRI,” tegasnya.
Karena lanjut dia, kita sudah banyak dipropaganda dan di adu domba, maka kesadaran generasi muda harus ditumbuhkan. “Kita saat ini dilanda perang tanpa pelaku, siapa dalang kebakaran, siapa dalang mogok jual daging. Saya khawatir itu hanya permainan antek PKI yang tersisa di negeri Indonesia tercinta ini,” pungkas Natsir.

