Pada musim haji tahun ini, suhu udara di Arab Saudi tergolong tinggi, yakni 40-45 derajat. Apa yang harus disiapkan jemaah haji asal Indonesia agar tak terkena dehidrasi akibat cuaca terik tersebut?

Karena itu, lanjut Fidijansyah, dalam mengantisipasi terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan dari para jemaah Haji Indonesia, maka Pemerintah menyediakan fasilitas dimana para jemaah haji akan diberikan alat semprot air.
“Tahun ini para jemaah haji kami bekali dengan alat semprotan. Bisa untuk diminum. Dan praktis sekali, juga bisa untuk wudhu kalau ngantri terlalu lama,” jelas dr Fidiansjah lagi.
- BPKH dan Bank Muamalat Gelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung
- CIMB Niaga dan Cathay Hadirkan Solusi Perjalanan Internasional Lebih Efisien via Cathay Travel Fair 2026
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Transaksi Sertifikasi Halal Secara Daring
- BCA Syariah, BEI dan Henan Sekuritas Berkolaborasi untuk Edukasi Keuangan Syariah Bagi Mahasiswa PNJ
Lebih lanjut Fidiansjah, alat semprot yang diberikan kepada jemaah tersebut adalah sangat simple dan mudah digunakan oleh jemaah haji. Alat semprot tersebut bisa digunakan untuk mendinginkan tubuh di tengah suhu tinggi. Menurut Fidi, alat semprot tersebut sebaiknya diisi dengan air minum agar lebih banyak manfaatnya.
Ditambahkan Fidijansyah, Pemerintah juga akan memberikan jemaah haji masing-masing air tiga liter pada saat wukuf di Arafah guna mencegah jemaah mengalami dehidrasi.
“Saya ingatkan, kepada para jemaah haji, agar jangan lupa untuk terus rutin minum air putih di sela-sela menjalankan ibadah haji. Begitu juga saat dalam penerbangan menuju tanah suci atau saat kembali ke tanah air,” demikian DR dr Fidiansjah Sp.KJ, MPH – Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan menutup paparannya.

