Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam pembukaan MTQ International ketiga di Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (1/9). foto:MySharing.

Menag Buka MTQ International Ketiga

[sc name="adsensepostbottom"]

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) International ketiga. Menag berharap kompetisi MTQ ini menjadi wahana pesan moral anak bangsa dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam pembukaan MTQ International ketiga di Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (1/9). foto:MySharing.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam pembukaan MTQ International ketiga di Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (1/9). foto:MySharing.

Lukman mengatakan pelaksanaan kompetisi ini merupakan bukti bahwa MTQ menjadi milik masyarakat Muslim antar bangsa. Kompetisi ini sebagai syiar dan upaya melakukan perdamaian regional dan international, sekaligus meningkatkan serta memperkokoh hubungan antar bangsa.

“Partisipasi Indonesia pada MTQ Internasional secara tidak langsung dapat mengangkat harkat martabat bangsa di mata dunia, khususnya dunia Islam. Hal ini menunjukkan bangsa Indonesia cukup diperhitungkan oleh bangsa di dunia sebagai negara yang cukup aktif dalam melestarikan Al-Qur’an,” kata Lukman, dalam sambutannya pada pembukaan MTQ International ketiga di Kementerian Agama (Kemenag) di Jakarta, Selasa (1/9).

Oleh karena itu, lanjut Lukman, MTQ Internasional III ini sangat penting diselenggarakan sebagai wahana pesan moral anak bangsa untuk resonansi sosial bangsa dan negara. Apalagi kondisi dunia saat ini sedang tidak mengembirakan.

Menurut Lukman, kesadaran keagamaan merupakan pelopor dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh umat manusia di dunia. Umat Islam harus memberikan sumbangan positif bagi peradaban dunia, melalui aktualitas dan penguatan moralitas agama yang bersumber Al-Qur’an.

Kompetisi MTQ International ini, tegas Lukman, memiliki peran cukup besar terhadap melaksanaan ketertiban dunia. Umat Islam Indonesia diharapkan memperluas  kerjasama di berbagai bidang dalam upaya meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan segenap umat Islam. Implementasi bisa dengan kompetisi MTQ International, karena dalam dimensi lebih luas, umat Islam wajib menjaga dakwah dan menjaga moral keagamaan di tengah arus pergeseran norma-norma dan perilaku masyarakat. Nilai-nilai Islam harus menjadi rujukan utama baik di lingkungan keluarga dan sosial dalam kehidupan bangsa dan negara yang lebih luas.

“MTQ International sebagai sarana peningkatan kualitas pemahaman dan pengamalan keagamaan dalam mewujudkan kehidupan beragama bangsa Indonesia, serta sebagai sarana mempererat persatuan dan kesatuan bangsa dan mengokohkan jalinan persahabatan antara negara sebagai Citra Islam rahmatan lil alamin,” pungkasnya.