Sebanyak 2.390 ekor sapi asal Australia telah diimpor oleh Bulog. Sapi-sapi tersebut untuk memenuhi kekurangan daging dan menstabilkan harga di pasaran yang merangkak di atas Rp 100 ribu per kilogram.

Namun, sapi-sapi tersebut tidak otomatis langsung bisa digunakan untuk menstabilkan harga daging sapi di pasaran. “ Dibutuhkan 14 lagi untuk dipotong, karena harus ada pemulihan,” kata Fadzrin, di Jakarta, Kamis (3/9).
Menurutnya, Bulog masih mengamati harga daging sapi di pasaran. Ini untuk menentukan berapa harga jual daging sapi impor nantinya. Namun demikian, lanjutnya, Bulog menginiginkan agar harga sapi di pasar bisa dibawah Rp 100 ribu per kilogram. Adapun harga daging sapi saat ini, masih dikisaran Rp 110-120 ribu per kiligram. “Kami ingin stabilisai harga daging sapi, targetnya bisa dibawah Rp 100 ribu per kilogram,” ujar Fadzrin.
Terkait impor sapi, Ia menuturkan, Bulog mengimpor sapi asal Australia dengan kuato 50 ribu. Ini dilakukan pemerintah sebagai respons langkanya daging sapi dan serta tingginya harga di pasaran. Kedatangan sapi-sapi tersebut dilakukan secara bergelombang.
Yakni kedatangan pertama berjumlah 2.390 ekor sapi pada Rabu kemarin. “Rata-rata bobot sapi mencapai 400 kilogram per ekornya,” ujar Fadzrin. Dari bobot sapi hidup, kata dia, hanya 35 persen yang akan menjadi daging. Artinya, kedatangan pertama sapi impor tersebut akan menghasilkan 334.600 kilogram daging. Daging tersebut akan dijual ke pasar untuk menstabilkan harga yang saat ini meranggak di atas Rp 100 ribu.
Sedangkan rencana kedatangan kedua sapi impor akan dilakukan pada pekan depan. “Selama September, jumlah sapi impor diperkirakan mencapai 7.100 ekor,” pungkasnya.

