PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memfasilitasi Kredit UMKM, dengan mengandeng PT Sentra Modal Harmoni selalu holding company dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Nusamba Group.

“Kami baru saja mendatangani nota kesepahaman (MoU) dengan mereka. Penyaluran modal yang kami berikan sebesar Rp 268,7 miliar. Diharapkan dapat memberikan konstribusi positif dalam perkembangan usaha mikro dan kecil di Indonesia,” kata Sutanto, di gedung BNI Pusat, Jakarta, Jumat pekan lalu.
Sutanto menuturkan, bahwa untuk pinjaman ini, perseroan memberikan suku bunga yang mirip dengan yang diterapkan untuk program usaha rakyat (KUR), yaitu 12 persen.
BNI, kata Sutanto, menargetkan penyaluran kredit mikro dengan mekanisme linkage dapat meningkat menjadi 25 persen terhadap portofolio segmen UMKM. Saat ini, kredit bagian linkage baru mencapai sekitar 3-4 persen dari total kredit UMKM bank pelat merah ini.
Menurutnya, total kredit linkage BNI mencapai Rp 3,5 triliun, tumbuh sekitar 12 persen pada akhir semester I-2015. Adapun, akhir tahun ini, perseroan menyasar kredit segmen tersebut dapat terdongkrat hingga tumbuh 13 persen secara year on year (yoy). Guna meningkatkan penyaluran, BNI menggandeng sekitar 200 bank BPR sebagai mitra. “Sampai Agutus ini, kami sudah menambah 2-3 rekanan BPR baru. Tahun depan kami berencana meningkatkan porsi mikro linkage terhadap kredit segmen UMKM,” ujar Sutanto.
Sementara itu, Direktur Utama Sentra Modal Harmoni Joko Suyanto mengatakan, kerja sama ini merupakan bentuk peningkatan kepercayaan BNI kepada BPR Nusamba Group yang didukung oleh 21 BPR Nusamba dan Mitra Harmoni serta lebih dari 195 outlet yang tersebar di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat
Menurutnya, BPR Nusamba Group telah menyalurkan lebih dari Rp 1 triliun kredit kepada UMKM. Kerjasama BNI dengan BPR Nusamba Group telah terjalin sejak 2007. Dan sejauh ini, lanjut dia, perseroan selalu menjaga porsi linkage kisaran 20-25 persen terkait pendanaan. Sebab, BPR tetap harus menghimpun dana masyarakat guna menyarlukan kredit. Di sisi lain, Sentra Modal Harmoni juga sengaja mengontrol porsi mekanisme linkage sehingga tidak menjadi ketergantungan dengan perbankan.
“Untuk dana, kami masih mengandalkan tabungan sebesar 40 persen dan sisanya adalah porsi deposito dan linkage. Karena memang fungsi bank adalah menghimpun dana, jadi nggak bisa keluar dari khitah. Kendati dengan kerja sama ini dapat memperkecil terjadi head to head antara BPR dan bank umum,” pungkas Joko.

