Jelang Hari Raya Idul Adha, Rumah Zakat menargetkan dapat memproduksi 1,5 juta kaleng Superqurban dari donasi kurban di tahun ini.

Superqurban merupakan produk Rumah Zakat dengan melakukan pengemasan daging kurban dalam bentuk kornet. Satu ekor kambing dapat menghasilkan 40 kaleng seberat 200 gram, satu sapi ritel sebanyak 50 kaleng, dan satu ekor sapi utuh dapat menjadi 350 kaleng. Baca: Rumah Zakat Kirim 80 Ribu Kaleng Superqurban
Nur menambahkan biasanya saat perayaan Idul Adha daging hewan kurban langsung habis dibagikan dalam tiga hari. Padahal, di Indonesia acap terjadi bencana sehingga membutuhkan pasokan makanan yang memadai. “Nah, ini (Superqurban) harapannya ke depan menjadi solusi pangan di Indonesia,” ujar Nur.
Superqurban didistribusikan ke daerah yang kekurangan pangan dan korban bencana. Dengan proses daging qurban yang dikornetkan, distribusi daging qurban pun bisa menjadi lebih lama dan menyentuh wilayah yang lebih luas hingga mancanegara. Baca Juga: Inspiratif! Pengantin Baru Ini Berbagi Kebahagiaan dengan Pengungsi Suriah
Pada tahun lalu total hewan kurban yang dihimpun Rumah Zakat mencapai 17.500 ekor, terdiri dari 9500 sapi dan 8000 kambing. Pada pekan pertama bulan ini Rumah Zakat telah menghimpun 1500 ekor kambing dan 250 ekor sapi. Nur pun optimis dapat mencapai target di tahun ini. “Menjelang 10 hari terakhir, sehari yang berkurban bisa 2000 donatur, bahkan jelang takbiran sudah bisa sampai mendapat 5000 kurban,” cetus Nur.
Rumah Zakat mematok harga hewan kurban untuk satu ekor kambing sebesar Rp 2,1 juta, sapi ritel Rp 2,4 juta dan sapi utuh Rp 15,8 juta. Harga hewan kurban tersebut sudah termasuk biaya pemotongan, pemberdayaan peternak lokal, kornetisasi dan distribusi.

