Kemenkop dan UKM Akan Fasilitasi Pembiayaan Ekspor

[sc name="adsensepostbottom"]

Kementerian Koperasi dan UKM akan memfasilitasi pembiayaan ekspor bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak pada empat sektor strategis. Langkah ini upaya untuk mendongkrak kinerja UKM di tengah melambatnya perekonomian global.

tas anyamDeputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) Chairul Djamhari menyatakan, Kemenkop dan UKM akan memfasilitasi pembiayaan ekspor bagi UKM. UKM eksportir yang akan dijaring disyaratkan bergerak pada empat sektor strategis yaitu agroindustri, furnitur, garmen dan fashion serta kerajinan tangan.

“Kami akan menjaring mereka melalui berbagai cara seperti sosialiasi langsung, usulan dan rekomendasi dari dinas, serta melalui pameran UKM yang akan digelar pada 1-4 Oktober 2015 di Jakarta Convention Centre (JCC) yakni The 13th Smesco Festival 2015,” kata Chairul, dalam rilisnya yang diterima MySharing, Senin (28/9).

Pemerintah, kata Chairul, akan melaksanakan pembiayaan ekspor sesuai amanat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134 tahun 2015 terkait penugasan khusus kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia.

Kemenkop dan UKM mendapatkan amanah untuk menjaring UKM eskportir agar bisa memanfaatkan dana yang disediakan pemerintah untuk mendongkrak kinerja ekspor sebesar Rp 1 miliar.

“Ini bisa dikatakan program percepatan, kami sangat berharap bisa menjaring UKM yang sudah melaksanakan ekspor. Mereka akan kita bantu untuk mengikuti program ini dalam kerangka National Interest Account (NIA),” ujar Chairul.

Ia menjelaskan NIA adalah alternative kebijakan strategis yang terintegritas dalam rangka mendukung program ekspor nasional. Pada Smesco Festival 2015 di JCC, Kemenkop dan UKM akan menyosialiasasikan kepada siapapun khususnya UKM yang berorientasi ekspor untuk memanfaatkan insentif tersebut.

“Kami akan membuka klinik usaha untuk menyediakan informasi terkait pembiayaan ekspor, mekanisme, administrasi, penyusunan proposal, dan hal-hal pendukung lain yang diperlukan,” ujarnya.

Kemenkop dan UKM, kata Chairul, menargetkan hingga pekan kedua Oktober 2015 sudah ada UKM ekspor yang terjaring untuk dibantu memanfaatkan dana dan kemudahan tersebut.

Karena, lanjut dia, pembiayaan yang ditawarkan sangat kompetitif, tidak menyaratkan agunan, bahkan diperuntukkan bagi UKM yang non-bankale. Program ini, tegas Chairul, diutamakan bagi UKM eksportir yang berdampak perlambatan ekonomi global.