Sektor Pariwisata Dorong Pertumbuhan Ekonomi

[sc name="adsensepostbottom"]

Sektor pariwisata menempati posisi kelima sebagai penghasil devisa negara. Ditargertkan tahun 2019 mencapai 140 triliun atau naik 15 persen.

visitMemperingati Hari Pariwisata Dunia (HPD) yang jatuh setiap tanggal 27 September, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar seminar bertajuk “ Satu Miliar Turis, Satu Miliar Peluang,” di Gedung Satpa Pesona Kemenparekraf, Jakarta, Senin (28/9).

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa seminar ini dalam upaya mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia. Menurutnya, pariwisata menempati posisi kelima sebagai penghasil devisa negara. “Jadi kalau tahun 2019 ditargetkan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), maka sangat terbuka kemungkinan sektor pariwisata menggantikan minyak dan gas sebagai sumber utama devisa,” kata Arief, dalam sambutannya.

Arief optimis bidang pariwisata yang digarap secara optimal akan menggeser batu bara, karet dan tekstil yang bertahun-tahun menduduki posisi sebagai penyumbang terbesar pendapatan negara.

Arief berharap kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional meningkat dari 2014 yang hanya 9 persen menjadi 15 persen di akhir tahun 2019. Hal ini, menurutnya, nantinya akan berdampak positif pada lapangan pekerjaan yang semakin terbuka lebar.

Saat ini ketersediaan lapangan kerja yang baru mencapai 11 juta tenaga kerja, diprediksi akan naik hingga 13 juta jiwa. Sedangkan untuk target pencapaian devisa dalam lima tahun ke depan, Kemenparekraf yakin akan mencapai pendapatan sebanyak 260 triliun. “Melalui kunjungan wisman diproyeksikan mencapai 140 triliun, jadi dari angka 9,4 persen menjadi 20 juta kunjungan,” ujarnya.

Adapun untuk pergerakan wisatawan nusantara, Kemenparekraf menargetkan 275 juta kunjunga. Pada data yang diperoleh 2014, kunjungan wisatawan lokal tercatat baru mendapat kunjungan sebanyak 250 juta jiwa.