Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan terus berupaya menjaga umat memiliki komitmen kebangsaan agar tidak menyimpang dan terjerat aliran sesat.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin mengatakan organisasi MUI yang dipimpinnya akan terus bertekad membentengi umat dari akidah-akidah yang menyimpang.
“Aliran sesat dan menyimpang itu banyak, tidak hanya aliran dalam keagamaan tapi juga aliran gaya hidup, seperti nikah dengan sesama jenis, kelonggaran aturan terhadap minuman keras dan narkoba. MUI akan tanggapi lebih serius,” kata Ma’ruf, dalam sambutannya pada ta’ruf dan pelantikan pengurus baru MUI periode 2015-2020 di kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (29/9).
Ma’ruf menambahkan, MUI menjaga negara Indonesia dari berbagai upaya yang menyimpang seperti adanya kelompok radikalisme dan liberalisme. Menurutnya, negara secara konstitusi dan politik, kehidupan berbangsa ini sudah final. Tapi masih ada yang belum punya komitmen keagamaan. Ada kelompok Islam dan kelompok sekunder yang menjadi radikal. “Mereka menghalangi jangan sampai agama memberikan warna dalam kehidupan ketata negaraan,” ujarnya.
- CIMB Niaga Business Summit 2026 Usung Vision Made Possible Dukung Perusahaan Indonesia Tumbuh Berkelanjutan
- Prudential Syariah Luncurkan Asuransi Jiwa PRUCare 360 Syariah
- Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak Signifikan, Tembus Rp1,9 Triliun
- BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat
Menurutnya, aliran sesat dalam keagamaan tetap ada, sehingga komitmen kebangsaan yang tekah dibangun oleh para pendiri republik ini menjadi terganggu dengan hadirnya kelompok Islam yang tektual dan kelompok sekuler.
Tapi, tegas dia, kelompok Islam moderat dan kelompok sekuler moderat berhasil melakukan kompromi kesepakatan nasional dengan lahirnya Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. “MUI akan menjaga umat agar tetap memiliki komitmen kebangsaan,” pungkasnya.

