La Dolce Vita. Tahun ini brand besar busana Muslim asal Bandung, Shafira kembali membawa suasana Eropa ke tropisnya Indonesia.
Pada peragaan busana di sore hari, brand Shafira asal Bandung kembali menunjukkan koleksi busana nan elegan dan mewah. Perjalanan ke daratan Eropa sepertinya seolah tidak henti-hentinya mengilhami Shafira. Setelah tampil memukau dalam koleksi Jardin de la Sultana tahun lalu yang terinspirasi dari Spanyol, ‘buah tangan’ kali ini adalah refleksi dari kekaguman Shafira akan Italia.

Marketing Communication Shafira Corporation, Maulisa Sutadisastra, mengatakan sukma romantisme, kemewahan arsitektur hingga keelokan budaya Italia terangkum dalam tema besar ‘Incredible Italy’, yang terdiri dari tiga bagian utama koleksi Shafira di tahun ini. Masing-masing tiga bagian utama koleksinya pun memperoleh inspirasi dari tiga kota di Italia. Di awal tahun untuk koleksi yang serbaromantis, Venesia menjadi inspirasi utamanya. Menyusul Florence sebagai spirit untuk bersuka cita saat menyambut perayaan lebaran di tengah tahun. Terakhir, Cecilia yang membuat koleksi gaya vakansi akhir tahun semakin memesona. Seluruh koleksi tersebut akan dikampanyekan oleh Shafira sepanjang tahun 2014.
“Jalan-jalan penuh lorong berliku, pagi yang hangat di Piazza San Marco, hingga kearifan budaya di Venesia, dirangkumkan secara indah dan dipersembahkan Shafira dalam sebuah peragaan bertajuk La Dolce Vita (hidup yang manis),” kata Maulisa. Melalui fashion show ini, brand yang telah malang melintang di dunia fashion muslim Indonesia selama 25 tahun terakhir ini pun menegaskan kembali posisinya di industri busana muslim nasional.
Maulisa mengatakan dalam koleksi kali ini Shafira menuturkan kembali perjalanan budayanya itu melalui 25 busana koktil dan 25 gaun malam yang memiliki esensi ringan melambai, feminin, elegan, sekaligus klasik namun masih sangat terasa masa kini. Koleksi busana yang bermuara pada keindahan gemerlap kristal Murano dan kristal aneka warna ini pun dicitrakan sebagai busana siap pakai premium yang didedikasikan bagi para perempuan mandiri, cendekia, aktif, sekaligus pandai bersolek.
Di awal fashion show, Shafira mempersembahkan 13 busana koktil dengan warna biru laut ala Venesia (turquoise) dengan oranye terang. Sublimasi warna-warni kristal Murano menjelma dalam deretan siluet blus, palazzo, rok panjang, dan terusan berbahan sutera satin polos atau berhias motif khas yang dicetakkan di atas bahan tersebut. Aksesori seperti kalung bercorak Murano yang beraneka warna meningkahi dengan apik penampilan busana-busana yang memakai bahan dasar berwarna polos. Sementara, manik dan bebatuan multi warna terserak di atas bahan lace cotton polos pada deretan koleksi busana koktil untuk sore hari yang didominasi warna biru dan fuchsia.
Untuk koleksi gaun malam Shafira mempertunjukkan 13 busana berwarna hitam dengan sedikit sentuhan warna oranye dan turquoise. Pada kesempatan ini, Shafira menyuguhkan siluet longdress dan gaun-gaun panjang yang lurus dengan bahan sutera satin serta sutera sifon dengan cetak motif Murano di atasnya.
Sebagai penutup, dua belas busana dipersembahkan. Hitam tetap menjadi primadona. Tampil elegan dalam ballgown, gaun panjang berpotongan ramping dengan rok panjang yang melebar dan lebih bervolume. “Shafira pun membubuhkan renda (lace) berwarna senada pada bagian bawah rok berbahan organdi itu, sehingga memberi efek romantis pada keseluruhan penampilan,” imbuh Maulisa.
Kesan glamor juga segera terlihat dengan penggunaan bahan organdi glitter. Aplikasi bordir di atas organdi pun saling jalin-menjalin membentuk ensambel yang menutupi keseluruhan rok. Perpaduan tampilan busana tersebut pun semakin lengkap dengan tas kepit beledu (clutch bag) dan sepatu pump, sepatu tertutup dari beledu (velvet) dan bertumit tinggi.

