Meski akhir tahun 2015 pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan menurun cukup signifikan dibanding tahun lalu, namun pada 2016 diperkirakan ekonomi Indonesia akan meningkat lagi.

Dalam publikasi tahunan Asian Development Outlook 2015 Update, ADB merevisi proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2016 menjadi 5,4 persen, dari yang semula diprediksi mencapai 6 persen pada Maret lalu. Angka ini meningkat dibanding prediksi pertumbuhan PDB tahun 2015 yang sebesar 4,9 persen.
“Tertundanya pemulihan ekonomi terutama diakibatkan oleh permintaan eksternal yang lebih lemah dari yang diperkirakan, dan karena volatilitas pasar keuangan,” ujar Direktur ADB untuk Indonesia – Steven Tabor dalam keterangan pers ADB yang dirilis akhir pekan lalu di Jakarta.
- BCA Syariah Gelar Journalist Writing Competition 2026, Dorong Jurnalis Angkat Cerita Inspiratif Ekonomi Syariah
- CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Ajak Generasi Muda “Berani Tersesat, Temukan Mimpimu”
- Transaksi Nirsentuh dan Debit Online Kartu Shar-E Debit Bank Muamalat Terus Meningkat
- Bank Mega Syariah Perkuat Segmen Lifestyle via METRO Modest Fashion Week
Menurut Steven Tabor, percepatan deregulasi diharapkan dapat berkontribusi untuk peningkatan kinerja ekonomi tahun depan, selain investasi infrastruktur yang lebih kuat, dan pemulihan ekspor yang sebagian dipicu oleh devaluasi.

