PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyiapkan fasilitas layanan perbankan lengkap bagi para mantan pemagang di Jepang atau biasa disebut Kenshusei yang bergabung dalam Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (Ikapeksi)
![bni-luar-229x200[1]](http://img.mysharing.co/htttp:/mysharing.co/wp-content/uploads//2015/08/bni-luar-229x2001-229x200.jpg)
Kerja sama dengan Ikapeksi ini ditandai dengan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) di Grand Taruna, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (17/10). Acara ini pun dilanjutkan dengan reuni sekitar 5.000 mantan Kenshusei dari seluruh Indonesia, ditempat yang sama pada Minggu (18/10).
Corporate Secretary BNI, Tribuana Tunggadewi mengatakan Ikapeksi merupakan wadaah para alumbi pemagang di Jepang yang didirikan pada Juni 2013 oleh para alumni Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Jepang. “Para Kenshusei tersebut telah bekerja selama sekitar 3 tahun di beberapa perusahaan yang tersebar di seluruh Jepang dengan penghasilan per bulan sekitar Rp 30 juta,” kata Tribuana, dalam rilisnya yang diterima MySharing, Senin (19/10).
Tribuana menjelaskan, setelah bekerja di Jepang, mereka kembali ke Indonesia dengan membawa modal hasil bekerja di Jepang yang rata-rata mencapai minimal sekitar 300 juta. Dengan modal yang cukup tersebut, banyak alumni Kenshusei yang membuka modal usaha di Indonesia dengan skala kecil.
Namun demikian, lanjut dia, diperlukan uluran tangan dari pihak perbankan agar modal yang dibawa dapat dimanfaatkan dengan benar berupa pemberian edukasi agar para pengusaha alumni Kenshusei dapat mengelola keuangannya dengan baik. Sekaligus mempersiapkan agar perusahaan yang mereka bangun menjadi perusahaan yang bankable.
BNI, kata Tribuana, sebagai bank milik negara mempunyai misi untuk membantu program pemerintah dalam meningkatkan kualitas TKI maupun memfasilitasi pengusaha kecil di Indonesia. Apalagi melihat potensi bisnis dari pengusaha alumni Jepang tersebut sangat besar.
Mereka, lanjut dia, dapat membuat kartu branding BNI untuk anggota Ikapeksi, para Kenshusei juga bisa dijadikan sebagai collection point pengiriman uang Yen dari TKI/Kenshusei Jepang ke Indonesia di BNI Cabang Tokyo.
”BNI juga dapat memberikan modal kerja untuk mengusaha alumni Kenshusei di Indonesia melalui sentra-sentra kredit BNI, penempatan DPK perusahaan, layanan cash management (payroll, BNI Direct), kredit konsumtif (BNI Fleksi, BNI Griya). Bahkan penyaluran KUR TKI bagi tenaga kerja yang akan dikirim ke Jepang,” paparnya.
Sebagai informasi, terang Tribuana, dari Bank Indonesia (BI) untuk tahun 2014 jumlah kiriman uang TKI dari Jepang mencapai Rp 1,9 triliun dan akan terus mengalami peningkatan.
Selain potensi tersebut, bekerja sama dengan Badan Nasional Penempatan & Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BNI juga dapat memberikan edukasi/literasi keuangan bagi calon-calon TKI agar dapat memanfaatkan fasilitas perbankan selama di Jepang. Terlebih BNI juga dapat menggunakan BNI Cabang Tokyo sebagai bank pengirim uang untuk keluarga TKI di Indonesia.
Dengan melihat potensi bisnis yang cukup besar, BNI melalui Unit Japan Desk sebagai unit khusus yang menangani kegiatan dan bisnis yang terkait dengan Jepang mempunyai inisiasi menggandeng Ikapeksi untuk memfasilitasi kebutuhan perbankan bagi anggota Ikapeksi dan calon Kenshusei.
Diharapkan kedepannya dapat menghasilkan pengusaha-pengusaha yang berkualitas dari sisi permodalan maupun bisnis usahanya.”Dengan kerja sama tersebut, BNI dapat menjadi bank utama bagi semua transaksi yang dilakukan oleh anggota Ikapeksi dan Kenshusei yang akan dikirim ke Jepang,” pungkasnya.

