MUI: Aksi Israel Kelewat Batas

[sc name="adsensepostbottom"]

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai aksi Israel terhadap Palestina sudah kelewat batas. MUI menghimbau negara Islam terus memberikan dukungan bagi kemerdekaan Palestina.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Muhyiddin Jubaidi.
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Muhyiddin Jubaidi.

Menanggapi eskalasi memanasnya konflik Palestina-Israel yang belum kunjung reda. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Muhyidin Junaidi mengatakan, MUI sudah pernah mengeluarkan pernyataan agar seluruh lembaga regional dan international mengutuk Israel yang sudah kelewat batas.

Menurut Muhyidin, Israel sangat congkak, bahkan dalam wawancaranya belum lama ini di Al Jazeena, Israel menantang dengan mengatakan semua undang-undang terkait tindakan kekerasan Israel, dan juga keputusan-keputusan PBB, silahkan keluarkan untuk mengutuk Israel.

“Israel mengaku tidak mencaplok tanah Palestina. Israel mengatakan tidak membunuh warga Palestina. Ya itulah sombongnya Israel,” kata Muhyidin kepada MySharing, ditemui usai ta’ruf dan pengukuhan pengurus LPPOM MUI di Global Halal Centre (GHC) Bogor, pada Selasa pekan lalu.

Muhyidin menegaskan, meskipun seribu kali kita mengutuk kebiadaban Israel, namun negara itu tenang-tenang saja. “Jika kita mengutuk dari kejauhan seperti angin sepoy-sepoy, anarkis Israel semakin menjadi,” ujarnya.

MUI, kata dia, berharap pemerintah Indonesia, misalnya menghentikan hubungan perdagangan, sosial dan olah raga dengan Israel. Kalau tidak melakukan hal itu, justru Israel akan santai saja tidak terpengaruh dengan kutukan dunia international.

Muhyidin menghimbau negara-negara Islam dan juga anggota Gerakan Non Blok untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina. Dan sebagaimana sudah terlihat, kata dia, dari terkumpulnya dukungan atas resolusi yang diajukan Palestina, bendera Palestina berkibar di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurutnya, pengibaran  bendera Palestina di markas PBB, menurut Muhyidin, sebagai kemenangan bagi Palestina untuk terus maju menuju masa depan, dan tidak lagi melihat masa kelam. “Pengibaran bendera Palestina di PBB merupakan momentum emas bangsa Palestina,” tegasnya.

Muhyidin berharap dukungan itu harus terus diberikan, dalam rangka membantu Palestina mendapatkan pengakuan sebagai negara merdeka dari dunia international. Kelompok-kelompok pejuang Palestina harus bersatu tidak menunjukkan konflik di antara mereka kepada dunia international. “Mereka  harus bisa menunjukkan perdamaian dan persatuan memuluskan langkah untuk memerdekakan Palestina,” tandasnya.