[sc name="adsensepostbottom"]
Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan wejangan terkait pelaksanaan Shalat Istisqa. Agar Shalat Istisqa dikabulkan oleh Allah SWT, pemerintah dan masyarakat disarankan mentaati tata cara Shalat Istisqa.
Wakil Ketua Umum MUI, Yunahar Ilyas menuturkan Shalat Istisqa ini digelar sebagai upaya manusia meminta kepada Allah SWT untuk diturunkan hujan. Upaya ini menjadi salah satu cara untuk mengatasi bencana kebakaran hutan dan kabut asap yang sudah meluas. Oleh karena itu, kata dia, MUI menyarankan agar kaum Muslimin mentaati cara Shalat Istisqa sesuai sunah Rasulullah.
Berikut ini tata cara Shalat Istisqa :
Terkait
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
- Sebelum melaksanakan Shalat Istisqa, kaum Muslimin dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, memohon ampun atas segala dosa yang diperbuat. Shalat Iistisqa disunahkan Rasulullah digelar di lapangan terbuka.
- Pelaksaaan Shalat Istisqa sebagaimana layaknya Shalat Idul Fitri, dilaksanakan dengan dua rakkat. Pada rakkat pertama takbir sebanyak tujuh kali dan rakaat kedua takbir sebanyak lima kali. Sedangkan niatnya adalah niat menunaikan Shalat Istisqa dua rakaat karena Allah taala.
- Setelah selesai melaksanakan Shalat Istisqa, kemudian dilanjutkan dengan khutbah dua kali, sembari memperbanyak bacaan istighfar dan berdoa memohon turunnya hujan.


