Bencana kabut asap masih berlangsung setelah tiga bulan. Dompet Dhuafa pun memperluas bantuannya di Jambi dan Riau.

Bencana asap di Jambi tidak hanya dirasakan masyarakat pedesaan dan perkotaan, namun juga belasan suku Anak Dalam atau Kubu di pedalaman Dusun Berumbung Bandung 3 Bukit 12, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. Kebakaran hutan di sebagian besar Pulau Sumatera dalam dua bulan terakhir ini membuat mata pencaharian mereka yakni berburu dan berladang terhenti.
Melihat kondisi tersebut, Dompet Dhuafa pun mendistribusikan bantuan berupa logistik makanan dan perlengkapan ibadah seperti Al Qur’an, buku Iqro, mukena dan sarung. “Alhamdulillah, dengan menyusuri sungai serta melintasi perbukitan dan hutan, Dompet Dhuafa mampu menyalurkan amanah donatur, memberikan bantuan hingga ke suku pedalaman di Provinsi Jambi,” ujar Koordinator Relawan Dompet Dhuafa di Jambi Ibnu Isnaeni, dalam siaran pers yang diterima mysharing, Rabu (28/10).
Mengenai masalah kesehatan, Ibnu menjelaskan, saat ini anak-anak balita dan para manula Anak Suku Dalam mulai mengeluhkan berbagai macam gangguan kesehatan. “Mereka mulai mengeluhkan sesak dibagian dada, batuk, dan perih pada mata. Rencana ke depan nantinya kami akan koordinasi untuk segera menggelar aksi layanan sehat di kawasan pedalaman ini,” katanya.
Sementara di Riau, Dompet Dhuafa kembali menggulirkan bantuan bagi warga di Provinsi Riau dengan menambah titik Safe House di Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir. Sebelumnya Dompet Dhuafa mendirikan Safe House di dua titik, yaitu di RT 03 RW 06 Keluaran Sri Meranti Kec. Rumbai, Kota Pekanbaru dan kantor Dompet Dhuafa Riau, dengan penerima manfaat 20 orang per pekan untuk satu unit Safe House.
Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir menjadi dua kabupaten di Provinsi Riau yang berdampak cukup parah dalam bencana kabut asap. Di Kabupaten Indragiri Hulu, Safe House berlokasi di Ruang Aula Pesantren Khoiru Ummah, Jalan Jenderal Sudirman, Desa Batu Gajah, Kecamatan Pasir Penyu. Diperkirakan aula tersebut mampu menampung sekitar 30-40 orang.
Sedangkan, di Kabupaten Indragiri Hilir Safe House akan didirikan bersinergi dengan Pramuka Kwartir Cabang 04.02. “Koordinasi hingga saat ini masih terus berlanjut bersama kedua pihak terkait pendirian Safe House. Saat ini, Dompet Dhuafa Riau bersama tim respon Disaster Management Center (DMC) sedang mempersiapkan fasilitas Safe House,” kata Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Riau, Sunarto.
Aktivitas Safe House yakni sebuah instalasi masyarakat yang menjadi tempat evakuasi jika pencemaran udara mencapai level bahaya. Instalasi ini bisa ditempatkan di lokasi umum atau masyarakat yang dilengkapi dengan air purifier, oksigen lengkap, air bersih dan alat komunikasi. Safe House harus tertutup dan cukup terlindung dari dampak asap secara maksimal. Instalasi ini sangat penting untuk mengurangi dampak buruk bagi ibu hamil, bayi, anak, manula dan orang dengan penyakit penyerta seperti TB, Asma, Pnemonia dan lain sebagainya.
Selain di Riau, program Safe House juga bergulir di Jambi sebanyak 2 lokasi yaitu di Jl. Lombok RT 19 Kel. Kebun Handil Kec. Jelutung Jambi dan di RT 35 Kel. Kota Baru Kota Jambi, Sumatera Selatan sebanyak 2 lokasi yaitu di RT 35 Kelurahan Pipareja Kec. Kemuning dan di Jl. Angkatan 66 No 435 C Sekip Ujung Palembang, dan Kalimantan Tengah di 3 lokasi yakni Desa Mentangai Hulu, Kelurahan Tangkiling Kota Palangkaraya dan Desa Bukit Liti, Kecamatan Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau.

