Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta umat Islam untuk menjaga akhlak dalam menghadapi berbagai permasalahan konflik antarumat beragama yang kerap muncul.

Ketua MUI Bidang Kerukunan Umat Beragama Yusnar Yusuf mengatakan, umat Islam harus menjaga akhlak. Hal ini menurutnya, penting untuk membangun kerukunan umat beragama di tengah permasalahan yang kerap muncul di masyarakat. Ini juga berkaitan erat dengan permasalahan pembangunan masjid Rahmatan Lil Alamin di Manokwari, Papua Barat yang didemo masyarakat, yang menilai bupati lambab mengeluarkan izin penolakan pembangunan masjid tersebut..
“MUI menganjurkan umat Islam untuk menekankan sikap yang menyejukkan tidak terpropokasi jangan sampai terjadi insiden seperti di Tolikara dan Aceh Singkil,” kata Yusnar dalam konferensi pers, di kantor MUI Pusat, Jakarta, Minggu (1/11).
MUI, kata dia, mengingatkan umat Islam harus mengedepankan budi pekerti dan pemikiran yang baik agar tercipta kerukunan. MUI akan terus membina umat untuk membangun toleransi yang tinggi antar umat beragama.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen MUI) Nadjamuddin Ramly mengatakan, MUI mendorong penguatan masyarakat madani guna mendukung terciptanya kerukunan antarumat beragama. “Pembangunan masyarakat madani merupakan kerja sama diantara ormas Islam. Pembangunan ini akan terus didorong MUI,” kata Nadjamuddin.
Menurutnya, sangatlah penting membangun masyarakat madani dalam mencegah konflik antarumat beragama. Karena ini merupakan unsur yang perlu diperhatikan dalam membangun kekuatan bangsa. “ Jika ingin melawan Amerika ya imtak (iman dan taqwa) dan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) kita harus kuat,” tegasnya.
Ormas Islam di Indonesia, lanjut dia, telah berupaya membangun masyarakat madani. Namun demikian, pembangunan masyarakat madani memang harus terus digalakkan tidak boleh padam.

