Adik Perdana Menteri Malaysia menilai, skandal kakaknya jatuhkan reputasi Malaysia.

Chairman CIMB Group, Nazir Razak, menilai ketidakpastian politik yang dihadapi pemerintah yang dipimpin oleh kakaknya adalah kendala. Dari sana, menumbuhkan kekhawatiran bagi investor asing untuk berinvestasi di Malaysia.
Dari Reuters, Selasa (3/10), Bos CIMB ini mengungkapkan demikian di sela-sela turnamen golf yang diadakan kelompok usahanya. Nazir, 48 tahun, bahkan menganggap skanda itu adalah “Isu sentral untuk Malaysia”. Masalah yang harus diselesaikan untuk memulihkan reputasi Pemerintahan Razak dan stabilitas politik negeri Jiran.
Perdana Menteri Najib Razak (62) disangka terlibat dalam skandal 1MDB yang merugikan negara hingga USD 11 Miliar sejak naiknya Razak pada 2009.
Memang Razak menyangkalnya, namun hal ini tidak menghilangkan kecurigaan masyarakat akan adanya mismanajemen dan korupsi. Hal mana telah menyulut protes massal di Kuala Lumpur pada Agustus lalu hingga gerakan mosi tidak percaya di parlemen saat ini.
Nazir tidak mau membahas masalah politik kakak kandungnya itu, tapi mengatakan penyelidikan 1MDB harus dilakukan dengan cepat. Agar, pemerintah dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadapnya.
Akibat skanda ini, mata uang ringgit jatuh 18,5 persen tahun ini terhadap USD.

